Selasa, 17 Januari 2017

Blok M Kota Blitar, Riwayatmu Kini

Blitar- Perjuangan pedagang Jalan Mastrip Kota Blitar untuk mempertahankan lokasi mereka, sebagai tempat mencari nafkah berakhir sudah. Senin lalu alat berat dengan mendapatkan pengawalan dari berbagai pihak, baik Kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Blitar, dan TNI dengan mulus merobohkan bangunan kios yang sudah berdiri sejak 25 tahun lalu. Untuk menyentuh hati Pemimpin, berbagai cara dilakukan oleh pedagang termasuk menggelar itiqozah di tengah jalan, sebelum alat berat datang. Bangunan kios sisi timur yang sudah dikosongkan oleh sebagian pedagang, satu persatu roboh dengan sentuhan "jari" ekskavator. Perjalanan ekskavator ke barat sembari merobohkan bangunan-bangunan yang sebelumnya sempat menjadi ikon Kota Blitar, dengan julukan Blok M-nya Kota Blitar. Adu mulut antara petugas dengan pedagang sempat terjadi saat pengusuran, karena pedagang meminta aparat menunda pengusuran hingga proses hukum yang mereka ajukan ke Pengadilan Tata Urusan Negara (PTUN) di Surabaya Selesai. "Tolong hormati produk hukum, katanya kita harus patuh terhadap hukum, tapi siapa disini yang tidak patuh hukum," ujar Adi Santoso Koordinator Pedagang Jala Mastrip, Saat kedatangan pengusuran, Senin (16/01).
Adi mengatakan, seharusnya Pemerintah Kota Blitar tidak melakukan penggusuran hingga perkara yang mereka ajukan ke PTUN diputuskan oleh hakim. Ia dan teman-temannya melaporkan penggusuran ini ke PTUN pada 13 Januari lalu dengan nomor perkara 08/06/2017/PTUN sby. "Ini adalah produk hukum, jadi Pemkot Blitar juga harus mematuhinya, sebelum ada keputusan dari PTUN tidak melakukan penggusuran. Kita buktikan siapa yang benar dan siapa yang salah," tegasnya. Pedagang mengajukan gugatan ke PTUN karena menilai, tempatnya berjualan selama merupakan kios yang harus mendapatkan tempat untuk relokasi. Sementara mereka menilai Pemkot Blitar belum menyediakan tempat untuk mereka kembali berjualan setelah bangunan permanen tempatnya berjualan dirobohkan. "Sebenarnya sederhana, berikan kami tempat relokasi untuk berjualan, bahkan biar kami yang membangun sendiri," tambahnya. Pedagang sempat mencoba untuk menghentikan kerja mesin ekskavator yang tengah merobohkan bangunan-bangunan yang sebelumnya dijadikan tempat berjualan helm, arloji, potong rambut, bahkan perlengkapan touring ini. Upaya pedagang untuk menghentikan ekskavator tidak membuahkan hasil, sebab mereka mendapatkan hadangan dari petugas. Kesepakatan sempat terjadi antara pedagang dengan petugas untuk mediasi dan menghentikan sementara kerja ekskavator. Pihak kepolisian yang membantu untuk mempertemukan perwakilan pedagang dengan perwakilan Pemkot Blitar di Kantor Satpol PP Kota Blitar juga tidak membuahkan hasil. Saat perwakilan pedagang menunggu pihak pemkot untuk mediasi di Kantor Satpol PP, ekskavator terus melakukan tugasnya untuk meratakan bangunan di Jalan Mastrip. Kini bangunan permanen di Jalan Mastrip rata dengan tanah, truk-truk petugas berlalu-lalang untuk mengangkut puing-puing bangunan yang roboh. Bangunan yang rata-rata berukuran 3x4 meter ini tidak lagi dapat digunakan untuk mencari nafkah bagi para pedagang. Dalam penggusuran ini, seorang pedangang perempuan pingsan melihat bangunan yang selama ini ia gunakan untuk mencari nafkah. Tidak hanya ibu-ibu pedagang laki-lakipun meneteskan air mata saat melihat tempatnya berjualan satu-persatu dirobohkan oleh petugas. Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Masyarakat Kota Blitar, Didik Hariadi mengatakan, bahwa yang sudah dilakukan oleh pemkot bukan penggusuran, namun penertiban. Pemkot Blitar menilai, bahwa tempat berjualan di Jalan Mastrip Kota Blitar ini bukan kios,namun pedangang kali lima (PKL). "Mereka ini pindahan PKL yang dari dekat klenteng, Jalan Merdeka Kota Blitar, 25 tahun yang lalu, jadi bukan kios tapi pindahan PKL," ujar Didik di Kantor Satpol-PP Kota Blitar saat menemui para awak media. Didik menegaskan, lahan yang selama 25 tahun digunakan untuk berjualan ini merupakan tanah milik pemkot, sehingga pemkot punya hak untuk memintanya kembali. Selain itu, berdasarkan data di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, hanya ada lima pedagang yang mengajukan ijin berjualan dan sisanya tidak berijin. Soal jumlah pedagang di Jalan Mastrip antara paguyupan pedagang dengan pemkot terjadi ketidak samaan jumlah. Paguyupan pedagang Jalan Mastrip mengaku ada 78 kios sedangkan Pemkot Blitar menilai ada 23 PKL. Didik menjelaskan, penertiban ini bertujuan untuk membuat drainase du sepanjang Jalan Mastrip. Pembangunan ini rencananya akan dilakukan mulai sisi barat Jalan Mastrip hingga ke timur atau sejauh 77 meter. Diharapkan pembangunan drainase ini dapat mengatasi banjir yang selama ini sering terjadi di Jalan Mastrip. Untuk melaksanakan pembangunan drainase ini perlu dilakukan penertiban PKL, karena di atas saluran air selama ini berdiri bangunan pedagang. "Pembangunan drainase ini untuk normalisasi saluran air, untuk mengatasi banjir yang selama ini sampean-sampean kritisi," ujarnya pada wartawan. Lanjut Didik, dasar pihaknya melakukan penertiban ini yakni Perwali Nomor 47 tahun 2016. Saat ini Pemerintah Kota Blitar tengah menata Kota Blitar agar lebih baik lagi. Berdasarkan Perwali nomor 47 tahun 2016, area Jalan Mastrip tidak diperbolehkan untuk PKL. Tidak hanya jalan Mastrip, Pemkot Blitar juga akan menertibkan PKL-PKL yang lain di area area yang tidak diperbolehkan berdiri PKL. "'Ini merupakan program prioritas Pemkot Blitar untuk menata Kota Blitar pada tahun 2017," tegasnya.(rid)

Selasa, 27 September 2016

Wajib Pajak Blitar Belum Optimalkan Tax Amnesty

Blitar- Berdasarkan data Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Blitar pada tahun 2016 tercatat 106 ribu wajib pajak di Blitar yang meliputi Kota dan Kabupaten Blitar. Dari 106 ribu ini tediri dari badan sekitar empat ribu wajib pajak dan sisanya perseorangan. Untuk meningkatkan pelaksanaan tax Amnesty atau pengampunan pajak bagi wajib pajak yang diprogramkan pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 11 tahun 2016, KPP Blitar mengadakan sosialisasi tax amnesty terhadap wajib pajak di Gedung Graha Patria, Kota Blitar, Selasa (27/9). Kepala KPP Blitar, Teguh Pribadi Prasetyo mengatakan, bahwa Blitar memiliki potensi pajak yang tidak kalah dibandingkan dengan daerah lain. Saat ini tercatat ada 106 ribu wajib pajak, namun baru 44I wajib pajak yang sudah melaporkan hartanya untuk mengikuti program tax amnesty. Hingga pada Selasa (27/9) serapan dari program tax amnesty di KPP Blitar baru mencapai Rp 36,6 milliar, sedangkan nominal ini baru didapatkan dari 441 wajib pajak di Blitar. Ia menargetkan hingga akhir bulan ini, capaian dari tax amnesty di Blitar ini mencapai angka Rp 40 miliar. Hingga akhir September ini, KPP memperlakukan tarif pajak sebesar dua persen untuk seluruh harta wajib pajak. Pada periode kedua yakni pada Oktober hingga akhir Desember 2016 dikenakan tarif tiga persen dari objek pajak, sedangkan awal Januari hingga akhir Maret akan dikenakan tarif lima persen untuk objek pajak. “Ini perlu disosialisasikan secara menyeluruh kepada wajib pajak, betapa pentingnya wajib pajak untuk mengikuti program tax amnesty, dari pada harus membayar pajak saat undang-undang pajak sudah kembali diberlakukan,” ungkapnya. Dikatakanya, bahwa ada beberapa sektor yang memiliki potensi mengikuti pogram tax amnesty di Blitar, seperti perseorangan, perusahaan, UKM, dan peternakan. Dari keempat kategori ini, peternakan mendominasi wajib pajak di Blitar, meski ia tidak bisa merinci berapa potensi pajak yang dihasilkan dari peternak yang ada di Blitar baik kota dan kabupaten. Dijelaskannya, bagi warga yang memiliki penghasilan dibawah Rp 4,5 juta perbulan tidak wajib mengikuti tax amnesty, namun mereka memiliki hak apabila ingin mengikuti tax amnesty. Sedangkan bagi warga yang memiliki penghasilan lebih dari Rp 4,5 Juta perbulan wajib mengikuti program tax amnesty yang sudah diprogramkan pemerintah pusat. Teguh Pribadi menjelaskan, ada enam keuntungan bila warga mengikuti tax amnesty, yakni pertama penghapusan pajak yang seharusnya terutang, kedua dihilangkanya saksi administrasi dan saksi pidana perpajakan. Ketiga tidak dilakukannya pemeriksaan bukti permulaan dan penyidikan objek pajak, keempat penghentian proses pemeriksaan bukti permulaan atau penyidikan, kelima jaminan rahasia data pengampunan pajak tidak dapat dijadikan dasar penyelidikan dan penyidikan tindak pidana apapun, serta keeman pembebasan pajak penghasilan untuk balik nama harta tambahan. Selain ada keuntungan juga ada kerugian bagi wajib pajak yang tidak mengikuti tax amnesty, yakni akan dilakukannya penyelidikan dan penyidikan terhadap objek pajak, selain itu, akan kembali diberlakukannya Undang-Undang Pajak. Apabila Undang-Undang Perpajakan diberlakukan maka wajib pajak yang tidak melaporkan hartanya maka akan dikenakan pajak Penghasilan (PPH) dan saksi sebesar 200 persen.
Sementara itu, Leny Setyowati warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar salah satu wajib pajak saat menghadiri sosialisasi mengatakan, bahwa ia mengikuti program yang sudah diwajibkan oleh pemerintah. Ia khawatir bila tidak mengikuti program tax amnesty, akan merugikan anak cucuknya mendatang, sebab harus membayar PPH dan denda sebesar 200 persen dari harta yang saat ini ia miliki. “Kalau sudah program pemerintah harus ikut tow, kalau tidak ikut ntar repot sendiri, kasihan anak, harta tidak seberapa, malah habis untuk membayar saksi,” pungkasnya. (rid)

Panglima TNI akan Rutin Ziarah ke Makam Bung Karno

Blitar-Pada tahun ini, hampir seluruh jendral TNI mendatangi Kota Blitar untuk berziarah ke Makam Bung Karno, yang berada di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Selasa (27/9). Rombongan dipimpin langsung oleh Jendral Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang ikiti Kasad, Kasal, Kasau, dan Pangdam , serta para jendral lainya dalam rangka HUT TNI ke 71. Panglima Jendral TNI Gatot Nurmantyo usai berziarah mengatakan, bahwa agenda ini akan rutin dilakukan oleh panglima TNI kedepan. Ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap mantan Panglima TNI yang sudah gugur dan meninggal dunia. “Presiden adalah penguasa dalam TNI baik dalam Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, sehingga Panglima TNI saat ini harus menghormati dengan berziarah ke mantan Panglima TNI,” ungkapnya di Makam Bung Karno, Selasa (27/09). Pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini mengatakan, bahwa Ia dan anggota TNI yang lainnya, harus dapat menghormati jasa para pahlawan yang sudah gugur, menurut mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ke-30 ini menyatakan, bahwa perjuangan pahlawan hanya untuk mencapai bangsa Indonesia ini menuju gerbang kemerdekaan, sedangkan tugas generasi muda mengisi kemerdekaan. “Perjuangan generasi saat ini lebih sulit dibandingkan perjuangan pahlawan kemerdekaan, sebab pahlawan kemerdekaan melawan bangsa asing, sedangkan generasi muda melawan bangsa sendiri,” ungkapnya menirukan perkataan Bung Karno, sang Proklamator Republik Indonesia. Turut menyambut kedatangan Panglima Jendral TNI Gatot Nurmantyo dalam beziaah di makam Bung Karno, yakni Wali Kota Blitar, Muhammad Samanhudi Anwar, Wakil Wali Kota Blitar, Drs H Santoso, MPd, Bupati Blitar, Drs H Rijanto, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto, Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, S.IK, Kapolres Blitar Kota AKBP Rendra Radita Dewayana, S.IK, Kapolres Tulungagung, AKBP FX Bhirawa Braja Pasa, S.IK, dan Komandan Kodim 0808 Blitar, Letkol Arh Surya Dani, SH. Rangkaian ziarah ke makam mantan Panglima TNI akan dilanjutkan ke Makam Gus Dur di Jombang Jawa Timur, Makam Presiden ke-2 Soeharto di Astana Giribangun, di Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Kemudian dilanjutkan ke makam Panglima pertamaTNI, Jendral Sudirman di Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara, Yogyakarta Jawa Tengah. (rid)

Senin, 21 Januari 2013

Harga Kebutuhan Pokok Melonjak

Akibat cuaca buruk yang terjadi dua minggu ini berakibat pada melambungnya sejumlah kebutuhan pokok, sepeti cabe dan bawang. Di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Tulungagung harga cabe dan bawang rata-rata naik 100 persen. Di Pasar Ngemplak, Kota Tulungagung harga cabe rawit mengalami kenaikan dari harga Rp. 12ribu menjadi Rp. 24ribu per kilogramnya atau 100%, sedangkan harga cabe merah besar naik dari Rp. 8ribu menjadi Rp. 15 ribu.
Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih. Bawang merah naik dari harga Rp. 7ribu menjadi Rp. 16ribu, sedangkan kenaikan paling tinggi pada bawang putih dari harga Rp. 8ribu menjadi Rp. 20ribu atau naik Rp. 12ribu. “Kenaikan ini sudah terjadi sejak awal tahun baru,” kata Puji Winarno pedangan cabe. Tidak hanya harga cabe dan bawang, harga ikan air tawar juga mengalami kenaikan mulai seribu sampai tiga ribu perkilogramnya. “Ini menjadi berkah saya, karena omset penjualan saya jadi naik,” kata Asna Zainap pedagang ikan. Harga Ikan lele dan patin yang semula perkilogramnya Rp. 14ribu menjadi Rp. 15ribu. Meski harga ikan air tawar naik, namun omset penjualan Asna mengalami kenaikan sekitar 25%. Bila hari-hari sebelumnya ia hanya menjual sekitar 2,5 kwintal ikan baik lele dan patin, kini mampu menjual sekitar 3 kwintal perharinya.

Petani Tagih Janji Presiden

Sekitar seratus petani yang tergabung dalam Front Perjuangan Petani Mataraman melakukan aksi jalan kaki menuju Jakarta untuk menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka. Para petani melakukan aksi jalan kaki ini untuk menagih janji SBY saat kampanye politik pada 2009 lalu. Slamet salah satu petani dari Kecamatan Wlingi mengatakan niatnya datang ke Jakarata untuk menagih janji yang sudah disampaikan SBY saat berkampanye. Saat itu SBY menjanjikan 9,27 juta hektare lahan pertanian untuk petani. “Ini saya membawa undangan, dan saya membawanya untuk ditunjukkan ke ke SBY,” tegas pria 55 tahun ini. Bersama seratus temannya, Slamet dan kawan-kawan akan berjalan menuju Jakarta melalui jalur Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Madiun, Ngawi. Mereka juga akan bergabung dengan petani dari daerah lain, seperti Sunda, Jambi, dan Riau pada 24 Januari mendatang. “Kita akan bertemu dan berkumpul di Jakarta dan menghadap SBY bersama-sama,” tegas Koordinasil Aksi Nanik Harianti. Ada tiga poin tuntutan yang ingin disampaikan pada SBY, pertama penerapan UUPA tahun 1999/ kedua janji kampanye SBY pada 2009 lalu yang akan membagikan tanah seluas 9,27 juta hekatare pada petani, dan ketiga pelaksanaan UUD 45 pasal 33.

Perangkat Desa Selingkuh, Ratusan Warga Demo

Masih ingat kasus bupati Garut, Aceng yang menikahi Fani gadis belia secara siri selama empat hari, kelakuan lebih bejat dilakukan salah satu perangkat desa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Senin siang, ratusan warga mendatangi kantor Desa Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menuntut salah satu perangkat desanya dicopot dari jabatannya, karena kedapatan selingkuh dengan istri salah satu warga. Dengan membawa poster mereka memaki-maki aparat desa yang tidak ada ditempat, apalagi hari ini merupakan hari efektif kerja. Warga menuntut Triwahyudi (37) yang menjabat Kepala Urusan Pemerintahan Desa Sumebringin Kulon yang berselingkuh dengan Tutik (33) istri Joko. Triwahyudi kedapatan selingkuh dengan Tutik. Setelah Joko mengetahui gelagat mencurigakan istrinya yang sering chatting di facebook dengan Triwahyudi. Setelah didesak oleh Joko, Tutik dan Triwahyudi mengakui telah jalan-jalan ke salah satu rumah makan di Kecamatan Ngunut, dan salah satu hotel di Kota Tulungagung.
Kerena kedua pelaku sudah mengakui bahkan disaksikan warga dan dicatat oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada Jumat malam lalu, maka warga meminta Triwahyudi diberhentikan dari jabatnnya. Kesepakatan ini sudah dicapai sejak Jumat, namun sampai saat ini pelaku belum dicopot dari jabatannya, karena masih menunggu tanda tangan SK dari Agus Sunarso selaku Kepala Desa Sumberingin Kulon. Akan tetapi sampai saat ini kepala desa Sumberingin Kulon justru tidak masuk kerja dan tidak dapat dihubungi. karena tidak adanya kepala desa, musyawarah antara BPD dan warga pun berjalan alot. Mukadi, Kepala BPD Sumberingin Kulon menunda pencopotan. Warga Desa Sumberingin Kulon tetap akan melakukan aksinya sampai tuntutannya dipenuhi, bahkan mereka akan menduduki Kantor Kepala Desa Sumberingin Kulon.

KPU dan Panwaslu Saling Lempar

Baliho dan gambar pasangan calon bupati yang menyalahi aturan dan masih terapasang di sembarang tempat masih marak di wilayah Tulungagung, namun pihak KPUD Tulungagung dan Panwaslu setempat justru saling lempar tanggungjawab, terkait penertiban baliho-baliho tersebut. Sejumlah baliho dan poster yang menyalahi aturan, seperti dipaku di pohon/ ditempelkan di tiang listrik dan tiang telpon, bahkan ditempel di tempat ibadah dan sekolah masih banyak dijumpai di wilayah Tulungagung. Padahal beberapa waktu lalu, KPU bersama Satpol PP diawasi tim sukses masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati menertibkan baliho dan poster yang menyalahi aturan, namun penertiban tersebut ternyata tidak tuntas. Saat ini masih banyak dijumpai baliho dan poster yang ditempelkan di pohon, tiang listrik, tempat ibadah dan sekolah sehingga menyalahi aturan, pasangan yang posternya ditempelkan di tempat tersebut bisa dikenakan sanksi oleh Panwaslu. Namun sejauh ini pengawasan dari panwaslu belum maksimal, bahkan antara KPUD dan Panwaslu terkesan saling lempar soal permasalahan ini. M Nyakdin, anggota KPUD Tulungagung Devisi Humas mengatakan, KPU sudah melakukan pengawasan terhadap baliho dan poster yang ada di wilayah Tulungagung, bahkan KPUD sudah meminta Satpol PP untuk melakukan pembersihan pada baliho dan poster yang melanggar aturan. Menurut Nyakdin pelanggaran dalam pemilu ini menjadi ranah Panwaslu Kabupaten Tulungagung. Sementara itu, M Fadiq anggota panwaslu mengatakan, bahwa pihaknya sudah meminta pada tim sukses masing-masing pasangan untuk menertibkan poster dan baliho yang menyalahi aturan tersebut. Bahkan panwaslu juga sudah memberikan peringatan bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati yang melanggar ketentuan kampanye. “Yang memiliki kewenangan menertibkan alat peraga kampanye adalah pemerintah daerah, sedangkan Panwaslu hanya mengawasi jalannya Pemilukada,” tegas Fadiq.

KPUD Lakukan Penertiban Baliho dan Poster

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tulungagung dibantu Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Tim sukses masing-masing pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati mencopoti baliho dan poster yang melanggar aturan. Baliho dan poster yang menjadi target penurunan KPUD Tulungagung Poster dan Baliho yang dipaku di pohon dan tiang listrik. Anggota KPUD Tulungagung devisi Humas Nyakdin mengatakan, tidak semua poster-poster dan baliho diturunkan, yang diturunkan hanya poster dan baliho yang menyalahi aturan. Sebab banyak poster dan baliho yang dipaku di pohon dapat merusak tanaman tersebut. Selain poster yang ditempel di pohon dan tiang listrik, KPU juga menyeterilkan tempat ibadah dan sekolah dari poster dan baliho. Pencopotan poster dan baliho ini disaksikan langsung oleh tim sukses masing-masing pasangan Cabup dan Cawabup. Dengan disaksikannya oleh tim sukses, maka menghindarkan dari kesalahpahaman antara tim sukses dengan KPU karena poster dan baliho pasangan Cabup dan Cawabup diturunkan. ” Ini tim sukses yang menjadi garda terdepan dalam penurunan baliho dan poster yang menyalahi aturan,” ujar Nyakdin. Sementara itu, Hari Prastijo Kasi Operasi Satpol PP Kabupaten Tulungagung mengatakan, sebenarnya Satpol PP sudah mempersiapan 80 pesonil untuk penurunan baliho dan poster ini, namun akhirnya hanya 20 yang diminta KPU. ” Sudah saya siapkan 80 personil, tp nggak tau kok hanya 20 yang diminta,” ujar Hari Prastijo. Rencananya penurunan baliho dan poster yang menyalahi aturan ini akan dilakukan sampai satu minggu kedepan.

Kamis, 15 Maret 2012

Tas Enteng, dari Kertas Semen



Anda tentu sudah sering melhat tas yang tebuat dari kulit atau bahan imitasi, dan kain namun jarang menjumpai atau melihat tas yang terbuat dari kertas semen. Nah seorang ibu rumah tangga di Sidoarjo mampu menyulap barang bekas tersebut menjadi barang yang memiliki nilai jual tinggi.

Yang menjadi pertanyaan apakah tas ini bisa digunakan untuk membawa barang-barang bawaan seperti buku, alat make up dan lainnya?. Jawabannya tentu saja bisa. Karena tas ini memiliki kekuatan dan ketahanan yang tak kalah bila dibadingkan dengan tas berbahan kulit, imitasi, dan kain.

Apabila kita berbicara soal kertas, bahan ini akan rusak bila terkena air, namun jangan salah untuk tas semen yang di produksi Weny Indrasari ini. Wanita yang tinggal di Perum TAS 2 Blok R3 Nomer 37, Sidoarjo ini mendesain tas tahan bila terkena air. "Untuk memperkenalkan pada calon konsumen, biasanya saya membawa air di ember dan memcelumpkan tas ke air," ujar ibu dua anak tersebut.

Cara membuat tas dari kertas semen ini dengan cara membersihkan kertas semen dari sisa-sisa semen yang masih menempel. Setelah dibersihkan, lalu kertas diikat kecil-kecil dengan karet (teknik batik jumputan) lalu di rebus ke dalam air yang sudah diberi pewarna. Ini dilakukan untuk memberikan warna pada kertas, sehingga menimbulkan warna yang cantik. Bahkan kita dapat menyesuaikan dengan warna keinginan kita. Perebusan kertas ini dilakukan kurang lebih sepuluh menit.

Setelah direbus, kertas diangkat dan dibuka talinya. Setelah itu kertas diangin-anginkan sekitar 15 menit. Setelah kering kertas dapat dijahit. Untuk mempercantik tampilan Ia menambahkan manik-manik agar tas lebih menarik.

Agar tas kerajinan Weny tahan lama, istri Sutiono ini memiliki racikan tersendiri agar tasnya tahan lama. Salah satunya adalah dengan memberikan lem dan fernis pada sentuhan akhir tas yang dibuatnya. Bagi yang ingin mendapatkan racikan rahasia, bisa didapat dangan membelinya. "Soalnya selain tas yang sudah jadi yang kita jual ramuannya ini. Kalau tas kan gampang dicontoh, tapi kalau racikan kan sulit," ungkap wanita berkerudung ini.

Tas buatan Weny-pun desainnya tidak kalah bila dibandingkan dengan model-model tas yang sekarang ini berkembang di pasaran. Bahkan, Weny selalu mengikuti tren yang sedang laris dipasaran, namun tas yang diproduksi perempuan asal Madiun ini masih untuk kaum hawa. Ini dikarenakan wanita lebih mengikuti tren dan modelnya selalu berubah, bila dibandingkan dengan kaum adam.

Berbagai macam tas sudah dibuat oleh weny, seperti tas kantor, tas pinggang, dan dompet. Bahkan tas hasil kerajinannya sudah dikirim beberapa kota lainnya, seperti Mojokerto, Surabaya, dan Jakarta.

Usaha yang dimulai sekitar tahun 2010 saat Ada program Sidoarjo Bersih Hijau (SBH) ini, kini sudah mendapatkan omset sekitar dua juta rupiah perbulannya. Untuk mengembangkan usahanya Weny mengajak beberapa temannya untuk menjadi patner kerja. Weny akan membeli hasil karya patner kerjanya tersebut, sekaligus memasarkan tas-tas dari kertas semen tersebut.

Jumat, 30 September 2011

Kerajinan Sandal Wedoro di Perkembangan Jaman

Sidoarjo memang terkenal dengan industrinya, tidak hanya pabrik-pabrik besar yang berkembang, tapi juga industri rumahnya yang tak lekang oleh perubahan jaman, kerajinan sandal Wedoro salah satunya. Ya Wedoro merupakan salah satu sentra kerajinan sandal di Kabupaten Sidoarjo. Hampir seluruh warga Desa Wedoro menjadi pengrajin sandal, bahkan pengrajin Wedoro pernah mencapai puncak kejayaan pada tahun 1995 an.

Pada saat itu buah karya anak sidoarjo mencapai luar negeri, tidak hanya Asia namun juga Eropa. Namun pada 1998 di negeri ini mengalami krisis Ekonomi yang berdampak, ikut menurunnya jumlah produksi di Wedoro. Ini dikarenakan harga bahan baku yang turut melambung tinggi. Sementara itu harga jual produk Wedoro kalah dibandingkan produk-produk dari China. Hal ini diakui oleh Hasan salah satu pengrajin di Wedoro. "Ini karena upah tenaga di China murah, sehingga barang dari Wedoro kalah bersaing dalam segi harga," ujar pria yang sejak kecil mengeluti usaha sandal ini.

Seiring dengan membaiknya kondisi perekonimian negeri ini, Wedoro kembali ujuk aksi, meski masih berada di pasar-pasar nasional. Setidaknya ini menjadi tanda bahwa kerajinan sandal di Wedoro tetap terjaga. Bahkan dari segi kualitas kerajinan Wedoro tidak kalah, sebab banyak pabrik-pabrik dengan merk terkenalpun memesan sandal dari pengrajin di Wedoro untuk memenuhi kebutuhannya.

Kerajinan Sandal Wedoro di Perkembangan Jaman

Sidoarjo memang terkenal dengan industrinya, tidak hanya pabrik-pabrik besar yang berkembang, tapi juga industri rumahnya yang tak lekang oleh perubahan jaman, kerajinan sandal Wedoro salah satunya. Ya Wedoro merupakan salah satu sentra kerajinan sandal di Kabupaten Sidoarjo. Hampir seluruh warga Desa Wedoro menjadi pengrajin sandal, bahkan pengrajin Wedoro pernah mencapai puncak kejayaan pada tahun 1995 an.

Pada saat itu buah karya anak sidoarjo mencapai luar negeri, tidak hanya Asia namun juga Eropa. Namun pada 1998 di negeri ini mengalami krisis Ekonomi yang berdampak, ikut menurunnya jumlah produksi di Wedoro. Ini dikarenakan harga bahan baku yang turut melambung tinggi. Sementara itu harga jual produk Wedoro kalah dibandingkan produk-produk dari China. Hal ini diakui oleh Hasan salah satu pengrajin di Wedoro. "Ini karena upah tenaga di China murah, sehingga barang dari Wedoro kalah bersaing dalam segi harga," ujar pria yang sejak kecil mengeluti usaha sandal ini.

Seiring dengan membaiknya kondisi perekonimian negeri ini, Wedoro kembali ujuk aksi, meski masih berada di pasar-pasar nasional. Setidaknya ini menjadi tanda bahwa kerajinan sandal di Wedoro tetap terjaga. Bahkan dari segi kualitas kerajinan Wedoro tidak kalah, sebab banyak pabrik-pabrik dengan merk terkenalpun memesan sandal dari pengrajin di Wedoro untuk memenuhi kebutuhannya.

Jumat, 12 Agustus 2011

Jangung Bakar Cara Bertahan Hidup

Asap mengepul, meliuk-liuk tertip angin. Kadang asapnya tebal, namun kadang juga tipis. Ternyata asap ini bersumber dari salah satu pemilik lapak di Pasar Bunga Kayoon. Asap ini diiringi aroma jagung bakar yang khas menusuk hidungku. Apalagi jarak antar lapak hampir tidak ada di pasar ini. Terasa penat memang.
Akan tetapi, hasrat ingin memiliki dan merasakannya jagung juga muncul begitu kuat dan menganggu pikiranku. Terdengar suara letusan letusan kecil dari jagung yang matang saat dibakar semakin membuatku tak berdaya. suara riuh anak-anak kecil mewarnai suasana malam ini, di Pasar Bunga Kayoon, Jumat (12/8).
Aroma seperti ini mulai ada sejak awal puasa tahun ini. Tanpa berfikir panjang aku menghampirinya. Tanpa basa basi kuambil satu jagung yang sudah diolesi mentega dan sambal. Sedap benar pikirku. Tak ada kata dari Ryan yang menyataka bahwa jagung ini pesana orang, justru sebaliknya Dia menawariku dengan jumlah yang lebih banyak. "Berapa By, tiga ya yang pedas?," katanya. "ah dua saja cukup," jawabku saat itu. tapa berfikir panjang kumakan jagung muda ini, bahkan sampai kuulangi.
Ya ini hanya salah satu cara Ryan menyiasati sepinya pendapatannya sebagai penjual bunga dengan berjualan jagung bakar. Apalagi bulan ini bulan puasa, maka pasar kayoonpun seakan ikut puasa, sepi, tak seperti bulan-bulan yang lain, dimana banyak pengatin. Apalagi Ryan harus menghidupi lima anaknya yang masih kecil-kecil. Bahkan anak sulungnya baru duduk di kelas lima SD, dan anak bungsunnya berusia 3,5 tahun. Terbayangkan bagaimana bila tidak ada pemasukan untuk menghidupi kelima anaknya. Ini hanya sebuah cara, bertahan untuk menghidupi keluarga. (oby)

Sabtu, 23 Oktober 2010

PULUHAN PAK PIL KB WARNAI KOPER JAMAAH HAJI

Puluhan pak pil Keluarga Berencana (KB) mewarnai koper bawaan jamaah haji asal Kabupaen Pamekasan. Selain pil KB, puluhan slop rokok dan jamu juga disita oleh pihak penerbangan. Ketentuan ini berlaku baik dari pihak Saudi Arabian Air Lines dan Garuda Air Lines.
Hubungan Masyarakat (Humas) Panitia Penyelengaraan Ibadah Haji (PPIH) Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), Nur Yasin Sirothol Mustaqim di AHES, Jumat (22/10) mengatakan, dari tiga kloter yang masuk AHES hari ini dari Kabupaten Pamekasan PPIH menyita puluhan slop rokok, pil KB, Jamu baik jamu rapet wanita dan jamu untuk pegal-pegal, dan minyak goring.
Barang bawaan jamaah haji tahun ini yang diluar ketentuan akan dimusnahkan. Aturan berbada akan diberlakukan agar jamaah haji memiliki efek jerah dan tidak lagi membawa barang bawaan diluar ketentuan. Tahun lalu masih ada toleran dikembalikan ke keluarganya melalui Kantor Kemenag kabupaten/kota se tempat, untuk tahun ini akan kita musnahkan.
Sudah menjadi kesepakatan rapat kordinasi PPIH, pemusnaan akan dilaksanakan setiap akhir kloter 15, kloter 30 dan seterusnya. Mudah-maudahan dengan ketegasan petugas benar-benar akan membuat jamaah jerah tidak main-main dengan barang bawaannya.
Rencananya, Sabtu (23/10) besok pada pukul 10.00 PPIH akan memusnahkan barang sitaan jamaah haji. Pemusnahan ini akan dihadiri pihak kepolisian dan kejaksaan sebagai saksi.
Dari pantauan Jatim Newsroom (JNR) dari kloter 29 ada 34 jamaah yang membawa barang-barang diluar ketentuan PPIH. Sedangkan dari kloter 30 ada sepuluh jamaah yang membawa barang bawaan diluar ketentuan.
”Meski sudah dilakukan sosialisasi, namun masih ada saja jamaah yang melanggar. Untuk memberikan efek jerah maka akan dimusnahkan,” katanya.
Ada jamaah yang merupakan pasangan suami istri, yakni Suhairiyah dan Abdul Hamid yang kopernya penuh dengan barang sitaan. Koper Suhairiyah membawa 16 slop rokok, 10 pak jamu Madura. Sedangkan Abdul Hamid membawa 21 slop rokok dan 20 pak jamu. Menurut keterangan Suhairiyah dan Abdul barang ini merupakan titipan tetangga, untuk diberikan saudara di Arab Suadi.
Sedangkan jamaah yang membawa pil KB, yakni Abdul Latief dan Suhan. Abdul Latief membawa enam dus obat KB dan Suhan tiga dus pil KB.
Sebelumnya, PPIH juga menyita barang bawaan jamaah kloter 13 asal Surabaya masuk asrama haji Sabtu (16/10), ada beberapa jamaah yang membawa rokok dalam jumlah yang berlebihan. Bahkan ada salah seorang jamaah yang membawa rokok sampai 20 slop. Sedangkan kloter 15 dan 16 asal Sidoarjo tidak ada yang membawa rokok yang berlebihan. Tapi ada yang membawa minyak goreng dalam kemasan botol 1 liter. (oby)

Selasa, 02 Maret 2010

KANWIL KEMENAG LAUNCHING DAFTAR HAJI ONLIN

Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Prov Jatim) me-launching (membuka) sistem pendaftaran haji secara online (melalui internet). Launching dilakukan di Kantor Kemenag Kota Surabaya, Selasa (2/3) oleh Sekretaris Daerah Prov Jatim, Drs H Rasiyo MSi.
Rasiyo mengatakan, dengan adanya layanan pendaftaran haji secara online memberikan transparasi data calon jamaah haji. Sebelum adanya pendaftaran haji secara online biasanya yang mendaftarkan haji adalah pihak bank. Dengan adanya sistem ini, maka calon jamaah bisa mendaftar langsung ke kantor kemenag di kabupaten/kota masing-masing.



Untuk itu, Ia meminta Kanwil Kemenag Prov Jatim dan kemenag kabupaten/kota untuk transparasi dalam memberikan pelayanan pada calon jamaah. Kabupaten/kota merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan, sebab awal pelayanan ada di kabupaten/kota. Selain itu, perluya tambahan tenaga untuk meningkatkan layanan utamanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang paham tentang IT, sehingga lebih efektif dan memudahkan layanan.
Kepala Kanwil Kemenag Prov Jatim, Drs Imam Haromain mengatakan, program yang sudah dicanangkan oleh Direktur Jendral Penyelengaraan Haji dan Umrah Kemenag Pusat (Dirjen PHU) sejak 2007 akan dilaksanakan secara optimal.
Adanya pendaftaran haji secara online akan mengembalikan fungsi kemenag sebagai tempat pendaftaran, Badan Pusat statistik (BPS) dan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebagai tempat penyetoran daftar calon jamaah, dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) sebagai mitra dalam pelaksanaan bimbingan. Selain itu, layanan ini dapat mengamankan data identitas dan dokumen calon jamaah. ”Ini untuk mengantisispasi adanya kasus pemalsuan data yang dilakukan jamaah haji. Bank tidak lagi sebagai tempat pendaftaran haji, melainkan sebagai tempat penyetoran dana,” ujarnya.
Sementara itu, untuk kuota jamaah haji hingga 2017 sudah terpenuhi. Data hingga 1 Maret 2010, sudah ada 3.350 jamaah haji yang mengantri hingga 2017. Ini artinya, untuk daftar tahun ini harus menunggu delapan tahun untuk berangkat haji. Sedangkan kuota untuk setiap tahunnya tidak mengalami perubahan seperti tahun lalu, yakni 34 ribu jamaah.
Dirjen PHU Slamet Riyanto mengatakan, untuk pelayanan ini jamaah hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk mendaftar. Sedangkan dalam satu hari layanan ini dapat memberikan layanan hingga 100 orang.
Sementara itu, untuk jamaah tidak akan ada batasan umur pendaftaran. Terkecuali untuk batas minimal diberlakukan batasan minimal 18 tahun. ”Ukuran untuk berangkat haji bukan usia, melainkan kesehatan jamah haji. Ada jamaah yang umur 80 tahun masih sehat, sedangkan umur 40 sakit-sakitan,” katanya.
Layanan pendaftaran secara online ini akan dilakukan untuk provinsi lain. Saat ini sudah ada empat provinsi yang sudah menerapkan layanan online, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera Barat. Sedangkan untuk provinsi lain akan menyusul setelah Jawa Timur. (oby)

Selasa, 09 Februari 2010

MUI MINTA PENGGUNAAN RINGTONE AYAT AL QURAN DENGAN TEPAT


Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur meminta penggunaan ringtone (nada sambung pribadi) dengan waktu yang tepat. Hal ini untuk menghindarkan masyarakat memperdengarkan ayat-ayat Al Quran tidak tepat tempatnya.

”Ini belum begitu mendesak untuk mengeluarkan fatwa,” kata Sekretaris Umum MUI Atim Drs H Imam Tambroni MM. MUI selama ini tidak melarang pengunaan nada sambung pribadi suara-suara ayat-ayatl Al Quran. Untuk itu MUI tidak mengeluarkan fatwa terkait adanya laporan dari masyarakat yang memperdengarkan nada dering tersebut tidak tepat tempatnya.

Berkembangnya nada dering suara ayat-ayat Al Quran menurutnya akan menjadikan identitas pengunanya bahwa seorang muslim. Selain itu, dapat meningkatkan iman orang tersebut karena sering mendengarkan ayat Al Quran.

MUI meminta pengertian pengguna nada dering ayat Al Quran dapat menggunakan dengan tepat. Dia meminta pengguna nada dering tersebut untuk tidak mendengarkan nada tersebut saat di toilet. ”Untuk itu sebelum mamasuki toilet diharapkan pengguna nada dering tersebut mematikan nadanya,” ujarnya.

Adanya laporan masyarakat yang takut ayat Al Quran terpotong sabelum selesai sehingga menghilangkan maknanya, menurutnya hal ini sama dengan suara adzan di radio. ”Terkadang kita mematikan radio atau TV, saat TV tersebut menayangkan adzan dan kita hendak melaksanakan sholat,” katanya.

Sementara itu MUI Kabupaten Blitar saat ini sedang melakukan pengkajian berkembangnya nada dering HP yang menggunakan suara adzan dan ayat suci Al Quran. MUI Kab Blitar tidak mengharamkan pengunaan nada dering tersebut. Namun penggunaannya yang harus tepat. ”Kalau di toilet ya jangan menghidupkan nada deringnya,” kata Sekertaris MUI Kab. Blitar Ahmad Su’udy.

Ini dilakukan atas dasar laporan masyarakat yang merasa kurang berkenang dengan penggunaan nada dering tersebut. Menurutnya penggunaan nada dering dihubungkan dengan kepentingan penggunanya. Apabila untuk bimbingan tadarus atau untuk mengingat Allah tidak dipermasalahkan.

Bisa saja azan tiba-tiba berkumandang dari handphone pemilik saat ia kebetulan sedang berada di WC. Namun hal itu masih bisa 'dimaafkan' karena faktor ketidaksengajaan. Karenanya pemilik handphone yang merekam ring tone itu harus benar-benar memahami penggunaan ring tone sebelum merekam. "Jangan kemudian secara umum dilarang, kan itu baik untuk mengingatkan pada ayat-ayat Al Quran dan azan," kata dia. (oby)

Minggu, 07 Februari 2010

MUI JATIM BELUM FATWAKAN HARAM REBONDING



Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur (MUI Prov Jatim) menyatakan belum menfatwakan haram terhadap rebonding (meluruskan rambut). Pernyataan dikeluarkan setelah salah satu televisi swasta memberitakan pernyataan haram terhadap rebonding dari MUI Jatim.


Pihaknya belum menyatakan sikap terhadap fatwa yang dikeluarkan pesantren Lirboyo di Kediri tersebut.
MUI Jatim saat ini sedang mengkaji manfaat dari rebonding, selain itu rebonding dilihat dari segi niat yang melakukan rebonding. ”Kalau niatnya untuk menarik perhatian lawan jenis yang dilarang. Sedangkan hanya untuk mempercantik diri maka diperbolehkan, karena mempercantik diri hukumnya sunah” kata Sekertaris MUI Prov Jatim, Drs H Imam Tabroni MM



Sesuai agama Islam mempercantik diri tidak dilarang. Sedangkan yang dilarang apabila disalah gunakan dan mengunakan obat-obatan yang mengandung barang atau zat yang diharamkan oleh agama.

Saat ini, MUI Prov Jatim akan menyampaikan permasalahan ini ke MUI pusat. Menurutnya, permasalahan ini bukan masalah yang mendesak untuk segera diselesaikan.

Pihaknya tidak melarang Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri Lirboyo (FMP3) untuk mengharamkan rebonding tersebut. Hal ini dikarenakan fatwa tersebut dikeluarkan di lingkungan pondok pesantren. ”Terserah kalau pesantren mau menfatwakan,” katanya.

Sementara itu, MUI Jatim menyatakan sikap mendukung terhadap fatwa yang dikeluarkan FMP3 yang manyatakan haram untuk tukang ojek wanita dan foto Pre-wedding.
Menurutnya, tukang ojek wanita apabila penumpangnya laki-laki bukan mukrimnya dapat membahayakan keselamatan. ”Tukang ojek laki-laki saja banyak yang dirampas sepeda motornya apalagi perempuan,” ungkapnya.

Kaum hawa diminta untuk menghindari ojek selama masih ada angkutan yang lain. ”Kalau dalam keadaan yang mendesak maka boleh dilakukan,” ujarnya.

Foto pre-wedding dinilainya, bukan adat dari ketimuran, dan merupakan adat dari barat. Menurutnya dalam foto pre-wedding sebaiknya dilakukan sesudah melakukan ijab kobul. ”Kalau untuk foto sendiri tidak masalah, namun apabila foto sambil berpelukan dan belum menikah itu yang dilarang,” katanya. (oby)

Kamis, 04 Februari 2010

GUBERNUR: ANSOR HARUS MEMILIKI KETRAMPILAN




Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo menyatakan, bahwa Ansor juga harus memiliki ketrampilan. Ini untuk memenuhi kebutuhan jaman seperti sekarang ini yang segala sesuatunya dilakukan dengan teknologi.

Hal ini disampaikan, Pak Dhe Karwo sapaan akrabnya saat menghadiri Apel Ansor dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) Ke-84 di Kantor Wilayah NU Jalan Pagesangan Surabaya, Minggu (31/1).
Ansor yang dinilainya memiliki dasar yang kuat dalam menjaga agama Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih dalam keadaan yang memprihatinkan. “Banyak daerah miskin yang menjadi basis Ansor,” tegasnya.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi berencana menjadikan Ansor sebagai garda paling depan dalam perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jatim. Peningkatan SDM diharapkan kedepannya Ansor memiliki ketrampilan dan keahlian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Menurutnya, bekal agama yang dimiliki Ansor perlu penambahan ketrampilan. Gabungan dari agama dan ketrampilan akan menjadikan masyarakat lebih berkualitas.
Hal senada juga disampaikan Ketua Ansor Pusat Drs Saifullah Yusuf. Menurutnya, Ansor merupakan organisasi yang siap menbela NKRI. Namun, pihaknya meminta Ansor untuk bersabar dalam dan tabah menjadi anggota Ansor.
Saat memberikan sambutan Saifullah Yusuf banyak memberikan motifasi dan semangat untuk membangkitkan gairah Ansor yang ada di Jatim untuk tetap menjadi pembela negara. ”Ansor sipa berkorban nyawa demi NU dan Negara,” teriak Saifullah penuh semangat. ”Siap,” Sahut seluruh Ansor yang berkumpul dalam Apel disertai mengacungkan lengan ke atas.
Ansor 38 Kabupaten/kota yang ada di Jatim ini setelah Apel jalan bareng dari kantor NU menuju kantor TV9 yang merupakan TVnya NU. Acara ini juga serangkaian dalam lounching TV9 yang akan dilakukan di kantor NU nanti malam pukul 20.00.
Ketua Wilayah NU Jatim K H Moh Hasaan Mutawakkil Alallah mengatakan, Ansor merupakan anak dari Muslimat yang ajaib. Ansor berdiri pada 1934 sedangkan induknya lahir 12 tahun berikutnya pada 1946. ”Ansor lahir sebelum induknya,” katanya.
Dirinya yakin Ansor akan menjadi gerakan pemuda yang penuh semangat dalam membela agama dan negara. Selain itu Ansor merupakan anak yang berbakti pada induknya.
Sehubungan dengan lounching TV9, menurutnya ini merupakan sejarah baru bagi NU. Dengan hadirnya TV yang akan tayang di sebilan kota ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat yang ada di Jatim.
Untuk pertama, sembilan kota yang dapat menerima siaran TV 9, diantaranya Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Tuban, Jombang, Lamongan. Stasiun televisi ini pada umumnya sama dengan televisi swasta yang ada di Indonesia yang menampilkan acara seperti pendidikan dan berita.
TV ini sebelumnya merupakan PASTV (Pasuruan TV) yang akhirnya dirubah menjadi TV9 dan berkantor di Jalan Darmo Surabaya. Dipilihnya televisi karena sesuai dengan kebutuhan NU dan amanat konfrensi Genggong dan Pasuruan.
Namun ada yang membedakan dalam siarannya, seperti menampilkan program pengajian kitab kuning, dan sorokan. “Dalam program siarannya TV ini juga akan menampilkan acara bedah pesantren, atau wira-wiri Kyai,” ujarnya.
Sedangkan di bidang pendidikan dan dakwah, PWNU memiliki kewenangan penuh untuk menentukan programnya. “Untuk program yang lain akan dikelola secara profesional,” ujarnya.
Diharapkan, TV 9 dapat mensemarakkan siaran pertelevisian yang ada di Jatim yang memberikan informasi yang sehat juga mensiarkan agama, budaya. “TV ini akan menampilkan konten lokal Jatim tentunya diimbangi dengan dakwah,” katanya. Dipilihnya nama TV9 karena sesuai dengan jumlah wali yang menyebarkan agama di pulau Jawa. (oby)

PMA JAJAKI AGROBISNIS DAN MANUFAKTUR DI JATIM





Penanam Modal Asing (PMA) menjajaki potensi di Jawa Timur dalam bidang manufaktur dan agrobisnis. Ketiga negara tetangga tersebut, yakni Taiwan, Singapura, dan Korea selatan.
Kepala Bidang Pengembangan dan Pemasaran Badan Penanaman Modal Provinsi Jatim (BPM Prov Jatim), Ir A Sikilli Hamzah MBA MM mengatakan, data ini merupakan daftar PMA yang mau berivestasi di Jatim pada 2010.
Sementara itu, untuk tahun ini belum ada kesepakatan dari investor untuk menanamkan modal di Jatim. ”Sejauh ini masih dalam tahap penjajakan,” tegasnya. Untuk bidang agrobisnis yang menjadi tujuan investasi yakni Wonosalam Jombang. Sedangkan untuk manufaktur kabupaten Sidoarjo menjadi pilihan.
Sedangkan untuk Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) sudah ada yang berencana untuk berinfestasi di Madura. PMDN yang melakukan penjajakan untuk berinvestasi di Madura ini dalam bidang pembuatan pabrik semen di Bangkalan.
Invesor saat ini sedang tahap survei untuk pengembangan invstasinya. Pemerintah Provinsi Jatim berencana membuat terobosan baru di bidang investasi. Terobosan tersebut yakni bagi investor yang membuat kesepakatan berinvestasi di Jatim, saat survei akomodasi akan di tanggung oleh Pemprov.
Selain memberikan fasilitas akomodasi untuk investor yang berinvestasi di Jatim, Pemprov mendirkan Pelayanan Perijinan Terpadu (P2T). Dalam P2T investor dapat membuat kesepakatan di tempat tersebut tanpa harus mengurus perijinan di instansi lain. ”Ini yang membedakan P2T prov Jatim dengan P2T provinsi lain,” ujarnya.
Terobosan ini diharapkan dapat meningkatkan investor di Jatim sebesar 10 presen. Pada 2009 target 10 presen yang ditergetkan belum tercapai. Dari data Desember 2009, ada 88 PMA yang berivstasi di Jatim dan 2008 sebanyak 93 investasi. Sedangkan untuk PMDN pada 2009 ada 31 pada 2010 dan pada 2008 ada 35.
Jatim juga berencana membuka pusat pemasaran Investasi di Singapura, Cina, Kerea Selatan, dan Jepang. Jatim merupakan satu-satunya provinsi yang mendapat kesempatan membuka pusat informasi di Singapura.
Kerjasama ini difasilitasi oleh BPM, Forum Komunikasi Insan Investasi ( FORKII ) Jatim, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jatim, dan pengusaha Singapura, sehingga mendirikan East Java Invesment Market Fair (Pusat pemasaran Investasi Jatim).
Selain Singapura, Jatim juga mendapatkan kesempatan untuk mendirikan pusat pemasaran di negara lain, yakni Taiwan. Untuk Taiwan sudah mencapai kesepakatan untuk mendirikan kantor. Sedangkan Taiwan kesepakatan ini dicapai pada awal Desember 2009.
Untuk Taiwan kerjasama ini dilakukan oleh pengusaha pertokoan Indonesia di Taiwan. ”Selain pertokoan mereka memiliki media Intai (Indonesia Taiwan) yang memudahkan untuk mengembangkan informasi,” katanya.
Membuka Pusat Pemasaran di luar negeri ini dilakukan untuk menjemput investor untuk berinvestasi di Jatim. Dengan memudahkan investor mendapat invormasi tentang Jatim, ini dilakukan untuk mendekatkan Jatim dengan calon Investor di luar negeri. (oby)

Rabu, 03 Februari 2010

HORMATI GUSDUR, DEPAG KIBARKAN BENDERA SETENGAH TIANG




Departemen Agama (Depag) Jawa Timur dalam upacara memeringati Hari Amal Bakti (HAB) mengibarkan bendera setengah tiang. Bendera merah putih yang sudah sampai di puncak diturunkan kembali menjadi setengah tiang.

Kepala Kantor Wilayah Depag Prov Jatim mengatakan, benderanya cuma setengah tiang, ini karena sekarang masih dalam suasana berkabung meninggalnya Presiden ke 4 K.H. Abdurrahman Wahid. Ini sesuai dengan perintahkan Presiden Dr H Susilo Bambang Yudhoyono.
Selain itu depag juga menyerahankan Satya Lencana kepada 13 orang pejabat dan karyawan, dengan rincian empat orang masa kerja 30 tahun : Drs H Sutrisno MPd, MM Drs H Warsito Hadi SH MA, Drs H Sudjak MAg dan Ummi Rahayu Choiriyah SPd.I. Delapan orang orang masa kerja 20 tahun : Dra Tutik Shofiyah, Dra Maryatun Haris MM, Mutammimah SAg, Elfaaizah SmHK, Mahmudi, Abdul Rahman, SH dan Hadi Sugeng, satu orang masa kerja 10 tahun Drs Sutarno Pertowiyono.
Selain itu juga menyerahkan hadiah bagi tiga orang penyuluh agama Islam fungsional terbaik se Jawa Timur terbaik pertama mendapat sepeda motor diraih oleh Wachid Effendi S.Ag MAg dari Kabupaten Sidoarjo, terbaik kedua Bambang Hadi Suprapto SAg dari Kabupaten Pacitan dan terbaik ketiga Munaamul Azizi SAg dari Kota Probolinggo.
Uparaca bendera tersebut juga diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai Diklat Keagamaan Surabaya dan pegawai Asrama Haji Sukolilo Surabaya serta 1 peleton siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri Surabaya. Tampak pula para mantan pejabat Depag Jatim ikut hadir pada acara upacara tersebut sebagai undangan.
Sebelumnya, berbagai kegiatan sudah dilaksanakan dalam rangka menyambut HAB diantaranya pemberian beasiswa untuk anak yatim, seminar, dan donor darah. Beasiswa diberikan untuk 50 anak yatim dari anggota keluarga karyawan Kanwil Depag dan warga Surabaya pada Senin (21/12) 2009.
Dalam memberikan santunan beasiswa depag berkerjasama dengan Badan Amil Zakat (BAZ) Prov Jatim, ”Karena beasiswa dibutuhkan saat ini oleh fakir miskin,” ujarnya. Sementara untuk donor darah dilakukan pada senin (28/12) 2009 di Kanwil Depag Jatim.
Untuk meningkatkan guru madrasah depag dalam rangka HAB juga mengelar seminar yang bertema Meningkatkan Mutu Pendidikan dari Sisi Agama, Senin 21-22 desember 2009. “Semoga dengan digelarnya seminar untuk 50 guru madrasah dapat membangkitkan dan mengembankan amanah dalam didang agama,” katanya.
Minggu (04/01) Depagmengelar jalan sehat. Sebanyak 1500 peserta berjalan menempuh jarak lima km dengan tema Depag Mewujudkan Bangsa Beraklaq Mulia Menuju Sejahtera. Peserta yang terdiri dari karyawan Depag Jatim, Depag Surabaya, Depag Siodoarjo, Balai Diklat Surabaya, IAIN Surabaya, perwakilan Madrasah Aliah Negeri 1 Surabaya. Peserta diberangkatkan oleh Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr Noer Syam MSi. (oby)

Peringati setahun pemerintahan PAK DE KARWO GUS IPUL GELAR KONSER




Memperingati satu tahun pemerintahan Gubernur Jawa Timur Dr Soekarwo dan Wakil Gubernur Drs Saifullah Yusuf menggelar konser bertajuk Satukan Langkah Raih Masa Depan. Konser ini di selenggarakan di Jatim Expo pada 12 Pebruari.

Wakil Gubernur Jatim Drs saifullah Yusuf mengatakan, konser ini diselenggarakan untuk mendekatkan diri pada anak muda.
Dikatakannya selama setahun ini gubernur dan wakil dirinya sudah melakukan kujungan untuk warga nelayan, petani, ulama, dan masyarakat dari golongan lainya. Untuk itu pihaknya ingin mendekatkan pada anak muda yang selama ini dirasanya perlu diberikan perhatian.
Konser ini diperuntukkan anak muda mulai umur 15 hingga 30 tahun. Selain itu akan mengundang anak berprestasi dari berbagai lembaga dan instansi pemerintahan. ”Untuk undangan dua ribu ini nanti ada yang dari Dispora atau lembaga lain,” katanya.
Dalam konser ini, hall Jatim Expo berkapasitas sepuluh ribu penonton. Untuk undangan VIP ada 250 yang diperuntukkan Satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD). Untuk mendapatkan tiket masuk penonton nantinya dapat mengambil ke sekretariat. Namun, untuk tempat sekretariatnya belum ditentukan.
Penonton yang akan mendapatkan kaos yang bergambarkan Pak De dan Gus Ipul serta satu gelas kopi. Tiket disediakan secara gratis selama persediaan masih ada. Pengumuman untuk konser ini akan diumumkan di dua media cetak, TV nasional siaran lokal dan beberapa tv lokal yang ada di Jatim.
Konser akan disiarkan langsung oleh salah satu tv lokal yang ada di Surabaya. Bagi penonton yang ada di belakang untuk memudahkan melihat artis akan disediakan layar setinggi lima meter.
Penonton yang masuk sebelumnya akan diperiksa KTP dan keamanannya seperti barang bawaan sanjata tajam dan minuman. Penonton tidak diperkenankan membawa minuman apapun kemasannya dalam ruangan.
Untuk keamanan akan dikerahkan dari jajaran TNI, Polda, Satpol PP, dan keaman dari EO. Untuk TNI ada 150 dari jajaran AU, AD, dan Al. Sedangkan dari kepolisian ada seratus polisi, Satpol PP 20, dan keamanan EO sebanyak 10 orang.
Untuk anggota keamanan dari Polda akan disebar di beberapa titik jalan Ahmad Yani. ”Ini untuk mengantisipasi massa Band Ungu yang membeludak,” katanya.
Untuk penonton dari VIP dapat menikmati konser dengan duduk, sedangkan anak muda yang suka berjoget bisa berjoget didpan panggung hall. Konser ini akan mengundang tiga artis ibu kota, yakni Ungu, Yuni Sara, dan Denada. Dipilihnya Band karena banyak diminati oleh anak muda sekarang.
Konser ini dikemas secara dalam ruang agar penonton bisa konsentrasi menikmati konser dan penonton dapat konsentrasi. ”Kalau Pak De memberikan sambutan nanti penonton dan undangan tidak terpecah pikirannya,” katanya.
Konser yang dimulai pukul 20.00 hingga 22.00 ini akan dibuka dengan tarian khas Jatim yakni Remo. Untuk memandu acara ada tiga MC yakni, Eko Patrio, Obi dan Pingky. (oby)