Senin, 04 Mei 2009

JUNI, TUNJANGAN GURU AGAMA NON PNS CAIR

Tunjangan Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah (GPAI) akan cair Juni mendatang. Cairnya tunjangan tersebut sesuai dengan Pedoman Pelaksanaan (Donlak) Sekjen Departemen Agama (Depag) pusat.

Kasi Ketenagaan dan Kesiswaan Bidang Madrasah dan Pendidikan Dasar Agama Islam (Mapenda) Depag Jatim Drs Syaerofi MEd mengatakan, cairnya tunjangan GPAI ini menunggu Keputusan Presiden dan Peraturan Pemerintah serta Daftar Nominatif. Daftar Nominatif sudah turun pada satu Mei lalu dan saat ini sadang proses verifikasi di Bidang Mapenda Kanwil Depag Jatim.

Untuk Daftar Nominatif guru non PNS madrasah sudah diterima Mapenda pada 27 April lalu. Pada Minggu tiga Mei kamarin, Mapenda sudah mengumpulkan Kasi Mapenda di tingkat kabupaten/kota di Hotel Utami Juanda. Pertemuan ini membahas sosialisasi tentang pelaksanaan dan tunjangan serta menindak lanjuti proses pencairan.

Proses verifikasi untuk memilih kembali kemungkinan adanya guru yang sudah pindah tempat mengajar, menjadi PNS atau pun sudah pensiun. Kriteria yang harus dipenuhi guru sertifikasi untuk mendapatkan tunjangan yaitu, minimal harus mengajar selama 24 jam dalam seminngu. Dilakukanya verifikasi untuk mendata nama penerima sesuai sekolah dan kota/ kabupaten masing-masing.

Setelah proses verifikasi Daftar Nominatif selesai akan dikirimkan ke kabupaten/ kota penerima. “Pernah ada nama guru non PNS masuk dalam daftar PNS, maka perlu dilakukan verifikasi,” ujarnya.

Sesuai surat Donlak pada poin penyaluran bagian b menjelaskan, penyusunan tunjangan dilakukan bertahap. Tahap pertama dilakukan periode sampai juni 2009, untuk tahap berikutnya menunggu kebijakan lebih lanjut dari Depak.

Syaerofi menegaskan Depag hanya bertugas sertifikasi dan yang memberikan tunjangan adalah pemerintah. “Kita itu justru membantu guru untuk mendapatkan tunjangan dengan cara sertifikasi. Mereka (GPAI:red) justru mengira uangnya mencet di Depag,” Katanya.

Sebelumnya Mapenda sudah menerima perwakilan GPAI pada 24 April lalu, yang menuntut cairnya tunjangan untuk guru bersertifikasi. Sesuai surat Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati nomer S-145/MK.05/2009 pada 12 maret lalu tentang pemberian tunjangan profesi guru dan dosen baik PNS maupun Non PNS dilinkungan depdiknas dan Depag Guru yang akan mendapatkan tunjangan dimintai rekening masing-masing, karena pembayaran akan langsung dikirimkan ke rekening masing-masing.

Guru non PNS yang bersertifikasi akan mendapatkan tunjangan Rp 1,5 juta setiap bulan, dan bagi Dosen Non-PNS disertakan dengan dosen PNS pada jabatan akademik serta masa kerja yang sama.

Guru yang lulus sertifikasi sebelum 2008 diberikan tunjangan profesi terhitung mulai 1 Januari 2008. Bagi guru Madrasah Non PNS yang sudah menerima tunjangan profesi tahun 2008 diperhitungkan kekuranganya untuk dibayar pada tahun 2009. Guru yang lulus sretifikasi 2008 , diberikan tunjangan profesi mulai Januari 2009.(oby)

Minggu, 03 Mei 2009

GUS ALI TULANGAN JUARA I PWNU BADMINTON CUP 2009

KH Ali Masyuri (Gus Ali Tulangan) yang berpasangan dengan Bagus menjadi juara I dalam pertandingan PWNU Badminton Cup 2009. Pasangan Gus Ali dengan Bagus dari tim PWNU mengalahkan pasangan tim Dinas Kominfo Jatim yaitu, Joko dan Hardiono dengan skor 42-21.

Atas kemenangganya Gus Ali dan Bagus mendapatkan hadiah uang tunai Rp dua juta, mendali dan piala bergilir PWNU Badminton Cup. Gus Ali akan berusaha mempertahankan gelar yang di dapatkan tanun depan, “ Insya Allah saya siap mempertahankan juara ini tahun depan,” ujarnya .

Sebelumnya Gus Ali yang berpasangan dengan Bagus mengalahkan rekan satimya yaitu Rasidi dan Saiful Munir. Usia yang sudah mencapai 52 tahun tidak membuat fisiknya lemah, terbukti Ia masih mampu latihan dua kali dalam seminggu. Gus Ali menggaku ada resep yang dipakai untuk menjaga fisiknya yaitu lari pagi sesudah sholat Subuh.

Juara II pasangan dari Dinas Kominfo, Joko dan hardiono mendapatkan uang Rp 1,5 juta dan mendali. Jura III diraih tim PWNU yaitu Rasidi dan Saiful Munir dan berhak mendapatkan uang Rp satu juta.

Untuk tunggal juara I diraih Darsono dari tim Birawa, juara II Agus dari tim Surya, dan Arif dari tim PWNU. Juara I mendapatkan hadia uang sebesar Rp. 1.5 juta, Piala Bergilir + Medali. Juara II mendapatkan uang sebesar Rp satu juta dan Medali, sedangkan Juara III mendapatkan uang sebesar Rp. 750 ribu dan Medali. Selain juara I ada juga pemain terbaik yang diraih Trisno dari tim TVRI.Hadiah diberikan langsung oleh Rais Syuriah PWNU Miftachul Akhyar.

Perlombaan yang dimulai sejak hari jumat (1/5) ini berahir minggu (3/5) pukul enam sore. PWNU Badminton Cuo ini digelar untuk memperingati HUT ke-84 Nahdatul Ulama (NU). Selain memperingati HUT ke-84 Perlombaan ini untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Dipilihnya media sebagai peserta karena diharapkan ke depan media dapat mempublikasikan olahraga.

PWNU ingin mengubah citra yang selama ini selalu dikait-kaitkan dengan politik. Acara ini sebagai wadah komunikasi antara PWNU dengan media di Jatim sehinga media paham dengan PWNU.
PWNU Badminton Cup 2009 diikuti 37 media dan 3 Organisasi media yaitu, PWI, Aji dan Perwani. Ada seratus tim yang bertanding terdiri dari 38 tim tunggal dan 62 tim ganda.(oby)

BLITAR SIAP JADI TUAN RUMAH POPERDA 2009

Blitar siap menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren (Poperda) ke-empat. Hal ini disampaikan Walikota Blitar Djarot Saiful saat menghadiri rapat koordinasi Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren (Pospenas) di Gedung Grahadi Surabaya.

Poperda akan dibuka lansung oleh Gubernur Jatim Dr Soekarwo pada 11 Mei 2009 di Stadion Supriadi Blitar. Djarot berharap Dengan diselengarakannya Poperda di Blitar dapat menyeleksi santri yang berprestasi untuk mewakili kontingen Jatim di Popernas ke-lima.

Poperda akan meperlombakan11 Cabang Olagraga (Cabor) dan lima kesenian. Sebelas cabor itu adalah atletik, Bolavoli, Basket, Sepakbola, catur, Senam santri, Sepak takrauw, tennis Meja, Pencak Silat, Bulu Tangkis dan karate. Lima kesenian yang diperlombakan adalah kosidah, pidato tiga Bahasa, Puitisasi dan cipta Puisi.

Ada 38 kabupaten/kota yang ada di Jatim yang akan mengikuti Poperda tahun ini. Sampai saat ini sudah 2500 peserta yang mendaftarkan di kanwil Depag. Mereka mewakili Kabupaten/Kota masing-masing.

Staf Ahli Bidang Bidang Polesosbud Dr Basuki Supartono mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jatim Dr Soekarwo untuk membahas Popesda ke-lima. Rencanya Popernas ke-lima yang rencananya Jatim menjadi tuan rumah pada 2010.

Selain rapat koordinasi Basuki juga melakukan peninjauan untuk sarana dan prasarana untuk Pospenas mendatang. Pospenas dirancang oleh sebuah Panitia Kerja tetap Nasional (Panjatamas). Panjatamas dibentuk atas dasarMenteri Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat no. 18/KEP/KESRA/VII/02 dan telah diperbarui dengan Keputusan Menko Kesra no. 38/KEP/MENKO KESRA/IX/05.

Pospenas diselengarakan sebagai media aktualisasi dan kopetisi para santri seluruh Indonesia di bidang olahraga dan seni. Ada tambahan Cabor yang akan diperlombakan di Pospenas V yaitu, Panahan, Futsal, dan Eksebisi Zurkenah (olahraga dari Iran). Untuk Seni akan ditambah tari jampin dan kerajinan tangan.

Rencananya ada 15 cabor yang akan dan tujuh seni yang akan diperlombakan yaitu, atletik, renagng, bola voli, bola basket, tenis meja, pencak silat, sepak bola, Futsal,bulu tangkis, Sepak Takraw, karate, catur, panahan, senam santri, zurkenah.
Untuk cabang seni yang akan diperlombakan yaitu, qasidah, kaligrafi, pidato tiga bahasa, puitisasi (terjemahan Al Quran), cipta puisi (kandungan Al Quran), tari zapin, dan kerajinan tangan.

Biaya Pospenas berkisar Rp 10 miliyar dan dinggung oleh tuan rumah 50% serta 50% ditanggung oleh kementrian yang terkait dengan Pospenas. Ada lima kementrian yang akan mendukung Pospenas ke-lima yaitu, Depag, Depdagri, Menpora, diknas,dan Menkokesra.
Diharapkan dengan diselengarakan Pospenas dapat memberdayakan olahraga dan seni di pondok pesantren dan madrasah, serta memberdayakan generasi muda di bidang olahraga dan seni.(oby)

PASANGAN KARSA MENANG DI PERTANDINGAN EKSEBISI PWNU BADMINTON CUP

Pasangan Gubernur Jatim Drs H Soekarwo SH dan Wakil Gunernur Drs Saifullah Yusuf menang dalam pertandingan eksebisi Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Badminton Cup 2009, melawan pasangan KH Ali Masyuri (Gus Ali Tulangan) dengan Wakil Wali Kota Surabaya Arief Afandi.

Pertandingan dimenangkan berlansung dua set dengan skor 15-9 dan 17-14. PWNU Badminton Cup 2009 dibuka lansung Soekarwo, Jumat (1/5) di Kantor PWNU Jl Pagesangan Surabaya.

Soekarwo mengatakan PWNU Badminton Cup ini bukan hanya program olah raga namun program kecerdasan dan juga stiar agama. Pekprop akan selau mendukung kegiatan yang pasitif seperti olah raga ini.” PWNU pintar menyambung kabel-kabel (hunungan Pemprop dan PWNU) yang belum terpasang,” katamya.

Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah mengatakan, kegiatan ini untuk memasarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat. “Kita jadikan Badminton Cup ini sebagai momentum rileksasi dan dapat menenagkan diri serta menyehatkan,” ujarnya.

Humas PWNU jatim Nurhadi menjelaskan pertandingan ini untuk mengubah pandangan masyarakat yang selalu menghubungkan PWNU dengan politik. Dipilihnya media sebagai peserta karena diharapkan ke depan media dapat mempblikasikan olahraga.

Rencananya even ini akan deselengarakan setiap tahun dan memperebutkan Piala Gubernur secara bergilir. Bulutangkis dipilih karena salah satu olahraga di Indonesia yang mampu mencapai prestasi dunia dan PWNU ingin membudayakan olahraga bulutangkis. PWNU Badninton Cup ini akan berlansung selama tiga hari dan selesai pada Minngu mendatang.

PWNU Badminton Cup 2009 diikuti 37 media dan 3 Organisasi media yaitu, PWI, Aji dan Perwani. Ada seratus tim yang bertanding terdiri dari 38 tim tunggal dan 62 tim ganda. Pertandingan akan merebutkan Piala Gubernur dan uang tunai sebesar Rp 7,75 juta . Juara pertama untuk single Rp 1,5 juta, juara kedua Rp 1 juta, juara ketiga Rp 750 ribu.Untuk juara pertama ganda mendapatkan unag tunai Rp 2 juta. Juara kedua Rp 1,5 juta dan juara ketiga Rp 1 juta.

Sistim yang digunakan dalam pertandingan adalah reli poin, dengan mengumpulkan sebanyak 42 poin dengan ketentuan pindah tempat. Pidah tempat apabila salah satu pemain telah mendapatkan nilai/scor 21 (set pertama) dan dilanjutkan perhitungannya pada set kedua.
Wasit mempunyai kekuasan penuh. Pemain yang mengajukan protes hanya dilayani saat pertandingan, wasit dibantu dua hakim garis untuk memimpin pertandinggan. Pemain tidak boleh mengulur-ulur waktu saat pertandingan berlangsung.(oby)

GUB: BUTA AKSARA HARUS DITUNTASKAN

Masalah buta aksara yang ada di masyarakat Jatim akan segera diseleisaikan Pemprop Jatim. Gubernur Jatim Drs H Soekarwo mengatakan, saat ini jumlah Angka Parisipasi Kasar (APK) pendidikan sudah baik. Tinggal buta aksara yang ada di masyarakat yang harus diselesaikan.
Hal ini dikatakan Pakde Karwo Sapaan akrap Seokarwo saat menghadiri Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Komplek Masjid Al Akbar Surabaya, Jmat (1/5).”Buta aksara pada usia 55 tahun ke atas harus segera diselesaikan,’’ ungkapnya.

Jumlah masyrakat yang belum meleh huruf di Jatim sekitar 341 ribu jiwa. Untuk itu Pemprop Jatim berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan progran sekolah gratis di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama baik negeri dan swasta tahun 2010. Saat ini Pemprop Jatim sedang melakukan percobaan di Sampang dan Pamekasan.

Data 2008, angka buta aksara di Jatim terbanyak di malang yang mencapai 12 ribu jiwa. Di Ponorogo pada 2009 angka buta huruf nencapai 14.360 jiwa yangS terdiri dari usia 45-60 tahun. Seokarwo mengupayakan akan mengatasi buta aksara pada usia dibawah 55 tahun.

Soekarwo mengatan bahwa bahwa Pemerintah wajib memberikan pendidikan kapada mastarakat, karena pendidika dasar merupaka hak dari masyarakat. Untuk itu Pemprop Jatim berupaya untuk mengentaskan buta aksara yang ada di Jatim.

Pemprop Jatim menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari APBN, Pemprop Jatim juga akan membiayai berbagai kebutuhan siswa yang saat ini belum ditanggung oleh BOS.
Wakil Gubernu Jatim Drs Saifullah Yusuf meninta kepada Soekarwo untuk hadiah kepada orang yang sudak berjasa di bidang pendidikan. Soekarwo mengamini hal tersebut dan meminta Sekda Jatim Rasiyo untuk memberikanya.

Peringgatan Hardiknas kali ini diperingati dengan jalam sehat yang menempuh jarak 4,5 km. Pererta berasal dari Muspida dan Pemerintah Kota Surabaya yang mencapai 1 ribu peserta.
Peserta jalan sehat langsung dipimpin Soekarwo dari Jl Masjid Agung Suranaya. Rute jalan sehat yaitu Jl Masjid Agung, Gayungsari Barat, Pagesangan Baru dan Kembali Lagi Ke Jl Masjid Agung.

Diakhir acara peserta jalan sehat mendapatkan kupon yang di undi oleh Spekarwo dan Saifullh Yusuf. Hasiah yang diberikan panitia berupa tiga sepeda gunung, satu tv, satu kulkas, dua kompor gas, empat kipas angin, lima setrika, satu blender dan satu rice kooker.

Suramadu harus Berkultur Madura

Soekarwo menyingung, nanti apabila Jembatan Suramadu sudah jadi jangan sampai mengubah kultur yang ada di Madura seperti ke Islaman, budaya, norma dan adat. Apabila pembangunan berkembang di Sadura jangan sampai tembok pabrik nerdempetang dengan rumah warga.
Pembangunan Suramadu bertujuan untuk mensejahterakan masyrakat yang ada di Madura. Soekarwo berharap nanti selain pembangunan infrastuktur harus disertai pembangunan taman untuk masyarakat.(oby)

PAMEKASAN TUAN RUMAH BBGRM PROP JATIM

Pamekasan menjadi tuan rumah Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Prop Jatim yang ke enam. Rapat Koordinasi (Rakor) penyelengaraan BBGRM dilaksanakan di Gedung Binaloka, Kantor Gubernur Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis (30/4).

Sekda Prop Jatim Drs Rasiyo Msi mengajak semua dinas di Prop Jatim untuk melaksanakan BBGRM secara bersama-sama. ”Kita harus menerapkan secara konkrit kegiatan gotong royong, karena gotong royong sangat sulit dilaksanakan meski setiap tahun dilakukan,” ujarnya.

Dalam BBGRM diharapkan dapat langsung menyentuh pada masyarakat secara nyata. Prioritas program lima tahun Pemprop Jatim yaitu pembanggunan dan mensejahterakan rakyat Jatim. Pemprop Jatim berupaya meningkatkan pelayanan dasar yang berkonsentrasi pada kesehatan dan pendidikan. Pendidikan dan kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab Pemerintah. ”Kesehatan merupakan tanggung jawab kita (Prop Jatim) katanya.

Saat ini pemerintah Prop Jatim sedang Pemprop akan memeberlakukan sekolah gratis di tingkat SD/MI hinggga SMP/madrasah tsanawiyah pada tahun ini. Uji coba pendidikan gratis sembilan tahun dilakukan di dua kabupaten, yakni Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Sampang

Selain itu Pemprop telah memperbaiki 10 ribu rumah yang yang tidak layak huni. Rumah yang tidak layak huni itu tersebar di seluruh Madura, Situbondo, Bondowoso, Probolinggo, Trengalek dan Magetan. Selain pendidikan dan memperbaiki rumah tidak layak huni Pemprop Jatim memberlakukan biaya berobat gratis untuk kabupaten Gresik dan Kediri.

Dalam BBGRM di Pamekasan nanti mengambil tema Dengan Teknologi Tepat Guna dan Semangat Gotong Royong Mayarakat Kita Tingkatkan Indonesia Bisa berdayakan Masyarakat Menuju Kemandirian. Rasiyo berharap agar dinas/ biro dan instansi lingkungan Prop Jatim mensukseskan BBGRM tahun ini.

Sekda Kabupaten Pamekasan Drs Djamaludin Kamir Msi mengatakan saat ini pamekasan sudah siap menjadi tuan rumah BBGRM. Djamaludin berharap setelah BBGRM selesai pamekasan dijadikan kota batik. Dalam BBGRM nanti akan mengadakan pemeran batik dari lima desa di Kecamatan Propo Pamekasan. selain pemaran batik BBGRM di Pamekasan nanti akan mengumpulkan pembatik di pamekasan untuk membatik terpanjang di dunia.

Diharapkan Gubernur Jatim Drs Seokarwo mengawali kegiatan membatik di BBGRM nanti. Selain pamaran batik Pamekasan akan memamerkan alat hasil penduduk pamekasan yaitu, Mesin perontok jarami dan mengubah menjadi pupuk, Alat pembuat pupuk biosing dari limbah, alat pembuat minyak Goreng dari kelapa dan alat pembuat gula dari buah siwalan.

Pamekasan akan menampilkan kesenian untuk memeriahkan BBGRM nanti yaitu, Tari Kolosal Batik, Musik Tradisional Onal Ul-daul, Kelompok Musik Putra Meonk, Kelompok Musik Ibu-ibu PKK dan DWP Kabupaten pamekasan, Tari Gotong Royong, dan Pencak Silat yang pernah mewakili Indonesia ke Korea Selatan.

Sebelunya BBGRM telah di laksanakan mulai 2004 di Bangkalan, 2005 di Bojonegoro, 22-006, di Probolinggo, 2007 di Tulunggagung, dan 2008 di Jember. (oby)

KARSA MENGGISI PERTANDINGAN EKSEBISI PWNU BADMINTON CUP 2009

Gubernur Jatim Dr H Seokarwao SH Mhum akan mengisi pertandingan Eksebisi Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Badminton Cup 2009. Pade Karwo sapaan akrap Seokarwo perpasangan dengan Wakil Gubernur H Saifullah Yusuf melawan KH Ali Masyuri (Gus Ali Tulangan) yang berpasangan dengan Ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah.

Humas PWNU Jatim Nurhadi mengatakan, sebelum pertandingan dimulai peserta boleh digantikan, namun untuk selanjutnya penganti bermain terus dan tidak boleh diganti lagi. Setiap peserta harus hadir satu jam sebelum pertandingan dimulai, peserta yang terlambat di beri dispensasi 5 menit. Apabila 5 menit tidak datang maka dianggap kalah WO.

Sistim yang digunakan dalam pertandingan adalah reli poin, dengan mengumpulkan sebanyak 42 poin dengan ketentuan pindah tempat. Pidah tempat apabila salah satu pemain telah mendapatkan nilai/scor 21 (set pertama) dan dilanjutkan perhitungannya pada set kedua.

Dalam pertandinggan wasit mempunyai kekuasan penuh. Pemain yang mengajukan protes hanya dilayani saat pertandingan, wasit dibantu dua hakim garis untuk memimpin pertandinggan. Pemain tidak boleh mengulur-ulur waktu saat pertandingan berlangsung.

Pertandingan akan diikuti 50 tim bersasal dari perwakilan media dan empat organisasi profesi kewartawanan di Jawa Timur yaitu PWI, AJI, ITJI dan Perwani. Pemenang lomba akan merebutkan Piala Gubernur untuk juara pertama dan uang total Rp 7.75 juta. Juara pertama untuk single Rp 1,5 juta, juara kedua Rp 1 juta, juara ketiga Rp 750 ribu.Untuk juara pertama ganda mendapatkan unag tunai Rp 2 juta. Juara kedua Rp 1,5 juta dan juara ketiga Rp 1 juta. Hadiah akan diberikan langsung oleh ketua PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah.

Pertandingan yang akan digelar tiga hari mulai Jumat (1/5) mempertemukan 31 tim ganda dan 19 tim tunggal. Pertandingan dilaksanakan di lapangan PWNU Jatim lantai tiga. Pertandinggan dimulai pukul 9.00 dan berahir pukul 20.30.
Rencananya PWNU Badminton Cup ini akan diselengarankan setiap tahun. Bulutangkis dipilih karena salah satu olahraga di Indonesia yang mampu mencapai prestasi dunia dan PWNU ingin membudayakan olahraga bulutangkis.

Olahraga bukan hanya untuk mencapai prestasi, tetapi juga budaya. Selain itu, PWNU juga ingin mengubah citra yang selama ini selalu dikait-kaitkan dengan politik.(oby)