Departemen Agama (Depag) membuka program beasiswa untuk guru madrasah se Indonesia. Kepala Mapenda Depag Jatim Drs Hartoyo Msi di Selasa (28/4) mengatakan, program beasiswa itu dalam rangka meningkatkan sumberdaya guru Madrasah Aliyah dan Madrasah Sanawiyah dan memenuhi kebutuhan standat nasional.
Diharapkan guru dan pengawas yang sudah menempuh program Megister (S2) dapat meningkatkan mutu dan pelayanan pada madrasah.Selain itu dapat meningkatkan kesejahteraan dan pengembangan karier guru dan pengawas di lingkungan Ditjen Pendididkan Islam.
Depag pusat akan mengambil 1200 guru dan pengawas se Indonesia untuk dikuliahkan di program S2. Pendaftaran di mulai 27 April sampai 4 Mei dan menginkuti tes pada 13 Mei sesuai tempat yang ditentukan kanwil Depag masing masing Propinsi. Untuk Jawa Timur tes dilakukan di IAIN Sunan Ampel Surabaya. Pengumuman hasil ujian akan di muat di media cetak nasional dan papan pengumuman di Kanwil Depag propinsi masing-msing pada 25 Mei.
Bagi yang berhasil akan ditempatkan sesuai dengan program yang akan ditempuh. Ada 15 uneversitas se Indonesia yang menjadi tempat menempuh program studi mereka. Di Jawa Timur ada empat perguruan tinggi yang menjadi tempat menuntut ilmu yaitu UIN Malang, IAIN Sunan Ampel, ITS Surabaya dan UN Malang.
Masing masing Perguruan tinggi memiliki kuota dan program studi sendiri-sendiri. UIN Malang 60 mahasiswa S2 untuk program studi Bahasa Arab 30 mahasiswa untuk program studi Sejarah Kebudayaan Islam. IAIN Sunan Ampel 60 mahasiswa untuk program fikih dan 30 mahsiswa untuk program Akidah Akhlak. ITS Surabaya untuk 90 mahasiswa untuk program Fisika, Kimia dan matematika masing-maing 30 mahasiswa sedangkan UIN Malang 90 mahasiswa untuk program studi Bahasa Inggris.
Beasiswa diberlakukan untuk guru MTs dan MA dibidang studi, Metematiaka, Fisiska,Kimaia, Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arap, Sejarah Kebudayaan Islam, Akidah Aklak, Quran Hadis dan Fikih baik giru PNS maupun Non PNS. Sedangkan untuk Pengawas Pendais dan pegawai di lingkungan di lingkungan Pendididkan Madrasah di Bidang Mapenda didaerah yang diutamakan untuk program studi, Menejemen Pendidikan, pengembangan kurikulum dan evaluasi pendididkan.
Ada persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya, IPK minimal 2,75 dan maksimal 45 tahun untuk guru/pegawai serta 48 tahun untuk pengawas pada saat pendaftaran. Mahasiswa S2 tersebut diharapkan mampu menyelesaikan studi maksimal dua tahun, Selama malaksanakan tugas studi, mahasiswa S2 dibebas tugaskan, serta biaya pendidikan selama dua tahun dan biaya hidup sehari-hari juga ditangung Depag.
Program ini langsung diserbu guru dan pengawas yang ada di Jatim, mereka datang dari berbagai kota yang ada di Jatim diantaranya Gresik, Malang, Jombang dan sidoarjo. Salah satunya Sulaiman guru Madrasah Imam Bais Sholiqin Gresik mengaku gembira dengan adanya program studi ini. Beasiswa ini merupakan peluang emas untuk melanjutkan kerier dalam bidang pendidikan.” Kita tahu untuk menempuh program S2 perlu biaya yang tinggi 20 sampai 30 juta Rupiah,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Moch. Shodiq guru Madrasah Aliyah Jogoroto Jombang. Meski tahun lalu gagal masuk, tahun ini Ia tidak patah arang untuk mengikuti tes.(Oby)
Kabar Pena sebuah Tulisan yang digunakan untuk media pembelajaran. Setiap manusia diwajibkan untuk belajar sampai akhir hayat. anda dapat berbagi mulalui Email: robbyridwan@gmail.com Tlp 081 331 92 32 16
Rabu, 10 Juni 2009
GUBERNUR: REFLEKSI KEBENGKITAN KESEJATERAAN MENINGKAT
Gubernur Jatim Dr Soekarwo SH MHum mengatakan, refleksi kebangkitan nasional harus disertai kesejahteraan masyarakat. Hal ini dikatakan seusai ziarah di Makam Dr Soetomo (Bung Tomo) dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Makam Taman Pahlawan Bubutan Surabaya. Rabu (20/5).
Menurutnya, ada dua refleksi kebangkitan yaitu refleksi masa lalu dan melihat masa depan untuk mengisi kemerdekaan. Dalam mengisi kemerdekaan disertai pengembangnan ilmu teknologi.
Kepala Balibang Depkominfo Pusat Aizirma Djusman mengatakan, dalam rangka menyambut kebanhgkitan nasional pemerintah sedang melakukan uji coba migrasi tv analog ke tv digital. Uji coba akan dilakukan selama satu tahun dan dilakukan secara berrtahap. Menurutnya tv yang sudah siap bisa mengunakan fasilitas tv digital dan dimulai dari tv-tv nasional.
Sementara itu Menurut Prof Sutandyo dosen Universitas Airlanga Surabaya pada Rabu (13/5) di kantornya mengatakan , tugas pahlawan pada waktu itu sudah selesai, sekarang generasi muda sebagai penerus harus mampu mereaktualisasinya dengan kegitan nyata.
Kebagkitan nasional bukan untuk melihat masa lalu, melainkan melihat masa depan. Generasi muda seharusnya tidak lagi melihat kebangkitan nasional pada 1908, melainkan melihat kebangkitan yang akan datang.
Untuk mewujudkan nilai-nilai kebangkitan nasional itu bisa melalui berbagai proses. Antara lain melalui bidang edukasi, sosialisasi dan pemahaman-pemahaman tentang nilai kebangkitan nasional. Bangsa Indonesia harus dapat keluar dari sikap menggungulkan bangsanya sendiri dan memandang remeh bangsa lain atau chauvinisme. Semangat humanisme dapat menjadikan rakyat Indonesia menghargai bangsa lain. “Dunia ini bukan hanya milik kita namun milik semua manusia yang ada di dunia,” katanya
Untuk mewujudkan ajaran kebangkitan nasional sekarang ini, kata Sutandyo, yakni dengan cara menyadarkan masyarakat bahwa ada hak asasi manusia dan bukan hanya hak asasi warga negara saja. Tidak ada pembedaan ras atau suku untuk melindungi warga negara. Bahkan warga negara asing pun berhak mendapatkan perlindungan seperi layaknya warga negera. "Memberikan perlindungan warga asing berarti memberikan haknya sebagai manusia untuk mendapatkan perlindungan," kata Dosen berusia 77 tahun ini.
Tidak hanya itu, supaya dapat mewujudkan kebangkitan nasional harus dapat meninggalkan rasa takut dan anti terhadap orang asing. Rasa takut dan menutup diri dari dunia luar sudah tidak sesuai dengan semangat kebangkitan nasional saat ini. Namun menurut dia, kini anak-anak muda sudah dapat terbuka dengan orang asing.
Kecenderunagn takut pada orang dapat menghabat terwujudnya nilai-nilai kebangkitan nasional. Rakyat bangsa ini harus dapat menghilangkan anggapan bahwa orang asing sebagai penjajah. "Sekarang ini jamanya sudah berubah harus dapat meninggalkan paradikma bahwa orang asing datang untuk menjajah," katanya.(oby)
Menurutnya, ada dua refleksi kebangkitan yaitu refleksi masa lalu dan melihat masa depan untuk mengisi kemerdekaan. Dalam mengisi kemerdekaan disertai pengembangnan ilmu teknologi.
Kepala Balibang Depkominfo Pusat Aizirma Djusman mengatakan, dalam rangka menyambut kebanhgkitan nasional pemerintah sedang melakukan uji coba migrasi tv analog ke tv digital. Uji coba akan dilakukan selama satu tahun dan dilakukan secara berrtahap. Menurutnya tv yang sudah siap bisa mengunakan fasilitas tv digital dan dimulai dari tv-tv nasional.
Sementara itu Menurut Prof Sutandyo dosen Universitas Airlanga Surabaya pada Rabu (13/5) di kantornya mengatakan , tugas pahlawan pada waktu itu sudah selesai, sekarang generasi muda sebagai penerus harus mampu mereaktualisasinya dengan kegitan nyata.
Kebagkitan nasional bukan untuk melihat masa lalu, melainkan melihat masa depan. Generasi muda seharusnya tidak lagi melihat kebangkitan nasional pada 1908, melainkan melihat kebangkitan yang akan datang.
Untuk mewujudkan nilai-nilai kebangkitan nasional itu bisa melalui berbagai proses. Antara lain melalui bidang edukasi, sosialisasi dan pemahaman-pemahaman tentang nilai kebangkitan nasional. Bangsa Indonesia harus dapat keluar dari sikap menggungulkan bangsanya sendiri dan memandang remeh bangsa lain atau chauvinisme. Semangat humanisme dapat menjadikan rakyat Indonesia menghargai bangsa lain. “Dunia ini bukan hanya milik kita namun milik semua manusia yang ada di dunia,” katanya
Untuk mewujudkan ajaran kebangkitan nasional sekarang ini, kata Sutandyo, yakni dengan cara menyadarkan masyarakat bahwa ada hak asasi manusia dan bukan hanya hak asasi warga negara saja. Tidak ada pembedaan ras atau suku untuk melindungi warga negara. Bahkan warga negara asing pun berhak mendapatkan perlindungan seperi layaknya warga negera. "Memberikan perlindungan warga asing berarti memberikan haknya sebagai manusia untuk mendapatkan perlindungan," kata Dosen berusia 77 tahun ini.
Tidak hanya itu, supaya dapat mewujudkan kebangkitan nasional harus dapat meninggalkan rasa takut dan anti terhadap orang asing. Rasa takut dan menutup diri dari dunia luar sudah tidak sesuai dengan semangat kebangkitan nasional saat ini. Namun menurut dia, kini anak-anak muda sudah dapat terbuka dengan orang asing.
Kecenderunagn takut pada orang dapat menghabat terwujudnya nilai-nilai kebangkitan nasional. Rakyat bangsa ini harus dapat menghilangkan anggapan bahwa orang asing sebagai penjajah. "Sekarang ini jamanya sudah berubah harus dapat meninggalkan paradikma bahwa orang asing datang untuk menjajah," katanya.(oby)
DEPAG BENTUK KELOMPOK KERJA GURU
Departemen Agama (Depag) Pemprov Jatim membentuk Kelompok Kerja Guru (KKG). Ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Kepala Bidang Madrasah dan Pendidikan Dasar Agama Islam (Mapenda) Depag Jatim, Drs Hartoyo MSi saat Seminar KKG Roudhotul Atfal (RA/TK) di Aula Kanwil Depag Jatim, Selasa (19/5) mengatakan, pembentukan KKG dapat meningkatkan profesionalisme dalam pembinaan murid.
Menurutnya, maju mundurnya pendidikan ditentukan oleh empat hal, yaitu kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesionalisme.
Kompetensi Paedagogik yaitu guru yang memiliki kemampuan mendidik, contohnya pemahaman anak didik, pemahaman terhadap kurikulum, menyusun program dan evaluasi.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Ketatalaksanaan Bidang Mapenda Depag Jatim, Drs Djoko Surono MM menjelaskan, sebelumnya KKG tidak melembaga seperti saat ini, KKG tersebar dikabupaten/kota dan Depag mempersatukan KKG tersebut.
Diharapkan, KKG mempunyai visi yang jelas di bidang pendidikan yaitu untuk mengasuh anak didik menjadi kepribadian yang sholeh dan pintar. Saat ini, sudah ada Surat Keputusan (SK) dari Kepala Depag Pemprov Jatim untuk membentuk KKG.
Saat ini, Mapenda Depag Jatim mempunyai satu kepala bidang, lima kasi, dan 20 staf, sedangkan di Depag kabupaten/kota memiliki satu kasi dan tiga hingga empat staf. Depag Jatim membawahi 15.699 sekolah dari tingkat RA hingga Aliyah baik swata dan negeri. KKG diharapkan menjadi lembaga yang dapat membantu meningkatkan kualitas SDM dan lebih professional dalam melaksanakan tugas mengajar.
KKG mempunyai fungsi sebagai forum komunikasi antar guru RA/BA/TA dalam rangka peningkatan kemampuan, profesionalisme, fungsionalisme, dan komunikasi. Selain itu, sebagai wahana pelayanan kegiatan dan materi pembelajaran, metodologi, dan sistem evaluasi.
Tujuan pembentukan KKG, untuk meningkatkan rasa kebersamaan dalam Ukhuwah Islamiah dan tangung jawab sebagai pendidik RA/BA/TA dan menanamkan keimanan dan ketaqwaan. Meningkatkan kemahiran guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui metodologi yang menunjang dan bermutu. Menumbuhkan motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan belajar mengajar.
KKG ke depan memiliki kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, di antaranya pemantapan pelaksanaan kurikulum RA, penyusunan bahan belajar dan lembar kerja siswa, pemahaman model-model pembelajaran dan metodologi pembelajaran RA/BA/TA.
Dasar pembentukan KKG, UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen, PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, serta Musyawarah KKG RA Jatim di Surabaya pada 7 Mei 2009. (oby)
Kepala Bidang Madrasah dan Pendidikan Dasar Agama Islam (Mapenda) Depag Jatim, Drs Hartoyo MSi saat Seminar KKG Roudhotul Atfal (RA/TK) di Aula Kanwil Depag Jatim, Selasa (19/5) mengatakan, pembentukan KKG dapat meningkatkan profesionalisme dalam pembinaan murid.
Menurutnya, maju mundurnya pendidikan ditentukan oleh empat hal, yaitu kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesionalisme.
Kompetensi Paedagogik yaitu guru yang memiliki kemampuan mendidik, contohnya pemahaman anak didik, pemahaman terhadap kurikulum, menyusun program dan evaluasi.
Kepala Seksi Kelembagaan dan Ketatalaksanaan Bidang Mapenda Depag Jatim, Drs Djoko Surono MM menjelaskan, sebelumnya KKG tidak melembaga seperti saat ini, KKG tersebar dikabupaten/kota dan Depag mempersatukan KKG tersebut.
Diharapkan, KKG mempunyai visi yang jelas di bidang pendidikan yaitu untuk mengasuh anak didik menjadi kepribadian yang sholeh dan pintar. Saat ini, sudah ada Surat Keputusan (SK) dari Kepala Depag Pemprov Jatim untuk membentuk KKG.
Saat ini, Mapenda Depag Jatim mempunyai satu kepala bidang, lima kasi, dan 20 staf, sedangkan di Depag kabupaten/kota memiliki satu kasi dan tiga hingga empat staf. Depag Jatim membawahi 15.699 sekolah dari tingkat RA hingga Aliyah baik swata dan negeri. KKG diharapkan menjadi lembaga yang dapat membantu meningkatkan kualitas SDM dan lebih professional dalam melaksanakan tugas mengajar.
KKG mempunyai fungsi sebagai forum komunikasi antar guru RA/BA/TA dalam rangka peningkatan kemampuan, profesionalisme, fungsionalisme, dan komunikasi. Selain itu, sebagai wahana pelayanan kegiatan dan materi pembelajaran, metodologi, dan sistem evaluasi.
Tujuan pembentukan KKG, untuk meningkatkan rasa kebersamaan dalam Ukhuwah Islamiah dan tangung jawab sebagai pendidik RA/BA/TA dan menanamkan keimanan dan ketaqwaan. Meningkatkan kemahiran guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar melalui metodologi yang menunjang dan bermutu. Menumbuhkan motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi program kegiatan belajar mengajar.
KKG ke depan memiliki kegiatan yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, di antaranya pemantapan pelaksanaan kurikulum RA, penyusunan bahan belajar dan lembar kerja siswa, pemahaman model-model pembelajaran dan metodologi pembelajaran RA/BA/TA.
Dasar pembentukan KKG, UU No 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen, PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, serta Musyawarah KKG RA Jatim di Surabaya pada 7 Mei 2009. (oby)
DEPAG BERIKAN BOP UNTUK KEJAR PAKET SANTRI
Departemen Agama memberikan Bantuan Operasional Pondok Pesentren (BOP) untuk para santri melanjutkan pendidikan. Pendidikan yang akan diambil santri adalah kejar paket baik A, B , dan C di pondok pesantren masing-masing. BO)P diberiakn untuk pondok pesantren yang tidak menyediakan pendidikan formal.
Kepala Dinas Pendidikan Agama dan Pondok Pesantren (Pakapontren) Drs Sudjak Mag di kantornya Kanwil Depag, Senin (18/5) mengatakan, bantuan ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraanh tutor di pondok pesantren. Diharapkanya, tingkat kelulusan ujian Nasional meningkat dengan diberikanya BOP. ”Ada pondok yang sudah modern dan menyediakan pendidikan formal, bantuan ini untuk pondok yang belum menyediakan pendidikan formal,” katanya
Ada 200 pondok pesantren se-Jatim yang mendapatkan bantuan, BOP diberikan kepada kabupaten/kota masing-masing sekaligus pendistribusainya. Masing-masing paket terdiri dari 20 pondok pesentren untuk paket A, 55 pondok pesantren untuk paket B, dan 125 pondok pesantren untuk paket C. Untuk Ujian Nasional kejar paket C akan diselengarakan pada 23 Juni mendatang. BOP akan diberiakn secara bergilir kapada pondok pesantren yang mengadakan kejar paket di masing-masing kebupaten/kota.
Masing-masing paket mendapatkan bantuan yang berbeda, Paket A mendapatkan Rp 7,7 juta, paket B mendapatkan 12,540 juta, dan Rp 10 juta untuk paket C. Saat ini Kabupaten Probolinggo yang paling banyak menyelengarakan kejar paket dan disusul Kabupaten malang.
Kejar paket yang diselengarakan pondok pesantren bisa diikuti orang lain meskipun bukan santri pondok pesantren. Bahkan bagi siswa pendidikan formal yang tidak lulus UNAS bisa mengikuti ujian yang diselengrakan untuk santri. “Bantuan ini untuk memberikan kesempatan baik santri maupun non santri melanjutkan pendidikannya,” ujarnya.
Program bantuan ini sudah berlangsung sejak 2007, namun tahun ini ada perbedaan pemberian bantuanya. Tahun-tahun sebelumnya bantuan langsung diberiakan oleh deparetemen pusat. Sadangtkan tahun ini diserahkan Kenwil Depag masing-masing Provinsi.
Sudjak menilai, proses ini lebih mudah dan simple untuk proses pendistribusian bantuan. Hal ini juga diamini Sayfudin penyelengara paket C dari Nganjuk. Menurutnya, bantuan yang diberikan memalui Kanwil Depag lebih baik karena bantuan lansung ditransfer ke rekening pondok pesantren masing-masing.Diharapkanya, bantuan ini terus dilanjutkankarena sangat memebantu santri yang belum lulus pendidikan formal.
Menyusun Buku Khotbah Jumat
Hari ini di Aula II kanwil Depag diselengarakan Sosialisasi BOP pada 200 pondok pesantren yang mendapatkan bantuan. Selain itu, Pendidikan Agama Islam pada masyarakat dan pemberdayaan Masjid (Penamas) menyelengarakan Rapat koordinasi hari Besar Islamm di Aula I.
Rapat koordinasi ini bertujuan menyusun buku Khotbah Jumat dan akan mencetaknya. Hal ini dikatakan kepala dinas Penamas Drs Warsito Hadi Sh MM saat memberikan sambutan. Diharapkanya buku ini dapat menjadi pedoman dan di jadikan ajuan saat memberikan khotbah.
Materi khotbah disusun dari oleh 38 Kasi Panamas kabupaten/kota dan memberikan khotbah terbaiknya. Materi diberikan paling lambat 2 Juni mendatang. Diharapkan materi khotbah sesuai dengan keadaan sekarang ini contohnya kasus kekerasan dalam ruma tangga, cirri-ciri aliran sesat, dan tidak ketinggalan kiat meningkatkan iman dan takwa.
Dengan adanya buku pedoman khotbah ini Khotib siap saat mau memberikan khotbah Jumat dan apabila khotib berhalangan orang yang mengantikanya pun siap. Nantinya buku ini akan didistribusikan ke kabupaten kota di Jatim, sedangkan pembagiamn ke Masjid diserahkan Depag masing-masing kabupaten kota.(oby)
Kepala Dinas Pendidikan Agama dan Pondok Pesantren (Pakapontren) Drs Sudjak Mag di kantornya Kanwil Depag, Senin (18/5) mengatakan, bantuan ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraanh tutor di pondok pesantren. Diharapkanya, tingkat kelulusan ujian Nasional meningkat dengan diberikanya BOP. ”Ada pondok yang sudah modern dan menyediakan pendidikan formal, bantuan ini untuk pondok yang belum menyediakan pendidikan formal,” katanya
Ada 200 pondok pesantren se-Jatim yang mendapatkan bantuan, BOP diberikan kepada kabupaten/kota masing-masing sekaligus pendistribusainya. Masing-masing paket terdiri dari 20 pondok pesentren untuk paket A, 55 pondok pesantren untuk paket B, dan 125 pondok pesantren untuk paket C. Untuk Ujian Nasional kejar paket C akan diselengarakan pada 23 Juni mendatang. BOP akan diberiakn secara bergilir kapada pondok pesantren yang mengadakan kejar paket di masing-masing kebupaten/kota.
Masing-masing paket mendapatkan bantuan yang berbeda, Paket A mendapatkan Rp 7,7 juta, paket B mendapatkan 12,540 juta, dan Rp 10 juta untuk paket C. Saat ini Kabupaten Probolinggo yang paling banyak menyelengarakan kejar paket dan disusul Kabupaten malang.
Kejar paket yang diselengarakan pondok pesantren bisa diikuti orang lain meskipun bukan santri pondok pesantren. Bahkan bagi siswa pendidikan formal yang tidak lulus UNAS bisa mengikuti ujian yang diselengrakan untuk santri. “Bantuan ini untuk memberikan kesempatan baik santri maupun non santri melanjutkan pendidikannya,” ujarnya.
Program bantuan ini sudah berlangsung sejak 2007, namun tahun ini ada perbedaan pemberian bantuanya. Tahun-tahun sebelumnya bantuan langsung diberiakan oleh deparetemen pusat. Sadangtkan tahun ini diserahkan Kenwil Depag masing-masing Provinsi.
Sudjak menilai, proses ini lebih mudah dan simple untuk proses pendistribusian bantuan. Hal ini juga diamini Sayfudin penyelengara paket C dari Nganjuk. Menurutnya, bantuan yang diberikan memalui Kanwil Depag lebih baik karena bantuan lansung ditransfer ke rekening pondok pesantren masing-masing.Diharapkanya, bantuan ini terus dilanjutkankarena sangat memebantu santri yang belum lulus pendidikan formal.
Menyusun Buku Khotbah Jumat
Hari ini di Aula II kanwil Depag diselengarakan Sosialisasi BOP pada 200 pondok pesantren yang mendapatkan bantuan. Selain itu, Pendidikan Agama Islam pada masyarakat dan pemberdayaan Masjid (Penamas) menyelengarakan Rapat koordinasi hari Besar Islamm di Aula I.
Rapat koordinasi ini bertujuan menyusun buku Khotbah Jumat dan akan mencetaknya. Hal ini dikatakan kepala dinas Penamas Drs Warsito Hadi Sh MM saat memberikan sambutan. Diharapkanya buku ini dapat menjadi pedoman dan di jadikan ajuan saat memberikan khotbah.
Materi khotbah disusun dari oleh 38 Kasi Panamas kabupaten/kota dan memberikan khotbah terbaiknya. Materi diberikan paling lambat 2 Juni mendatang. Diharapkan materi khotbah sesuai dengan keadaan sekarang ini contohnya kasus kekerasan dalam ruma tangga, cirri-ciri aliran sesat, dan tidak ketinggalan kiat meningkatkan iman dan takwa.
Dengan adanya buku pedoman khotbah ini Khotib siap saat mau memberikan khotbah Jumat dan apabila khotib berhalangan orang yang mengantikanya pun siap. Nantinya buku ini akan didistribusikan ke kabupaten kota di Jatim, sedangkan pembagiamn ke Masjid diserahkan Depag masing-masing kabupaten kota.(oby)
WAGUB: DAKWAH SEKARANG PERLU INOVASI
Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf mengatakan, untuk berdawah sekarang ini memerlukan inovasi, kerena banyak media yang bisa digunakan untuk berdakwah. Inovasi yang dapat dilakukan di bidang materi, kurikulum, dan cara penyampaian kepada umat sehingga menjadi kesatuan yang bagus.
Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan pada pembuakan Kongres Asosiasi Profesi dakwah Islam Indonesia (APDI) II di Hotel Bisanta Surabaya, Jumat (15/5).
Diharapkan dai dalam menyampaikan dakwahnya tidak kehabisan ide, maka dari itu diperlukan sarana untuk menyampaikan dakwah. Sebagai contohnya kesenian dapat dijadikan paduan dalam menyampaikan dakwahnya. IA juga mengatakan, saat ini Pemprov Jatim menunggu kerjasama dengan APDI untuk mengembangkan dakwah di Jatim.
Dirjen Dinas Bimmas Islam Departeman Agama (Depag) Pusat Prof Dr Nasarudin Ummar Ma mengatakan, peran dunia dakwah sangat penting dalam mengembangkan agama Islam. Untuk mengembangkan dakwah tidak lagi membuat visi local, namun lebih lebih menglobal. Dengan berdakwah diharapkan dapat memperbaiki citra Islam yang yang dirusak beberapa orang contonya Amrozi cs.
Indonesia merupakan satu-satunya negara yang penduduknya paling besar beragama Islam. Saat ini sudah saatnya Indonesia merawat dan mengembangkan Islam karena bangsa Arab sudah melahirkanya. Untuk mengembangkan dakwah Depag mengangkat tenaga dakwah. Sudah 60 ribu lebih tenaga dakwah diangkat baik yang PNS maupun non-PNS.
Sementara ketua kongres APDI II Drs H Sunarto AS MEi mengatakan dakwah menjadi peran penting dalam menentukan nasib dan masa depan bangsa yang berlandaskan nilai-nilai moral agama. Pembangunan bangsa bisa berjalan jika dilandasi nilai-nilai religius yang mengakar di berbagai sector masyarakat.
Kongres APDI ini bertujuan merumuskan program-progarm strategis APDI selama empat tahun ke depan. Program yang akan dirumuskan diantaranya, meningkatkan posisi dan peran fakultas Dakwah sebagai agen pembaharu pembangunan dalam berbagai sektor dengan sepirit moral dan agama. Menyamakan visi dan misi tentang agenda dan program APDI. Memperkuat jaringan secara personal dan kelembagaan diantara Dai, perguruan tinggi, dan institusi terkait. Pergantian pengurus APDI di tingkat nasional.
Kongres APDI ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 15 mei hingga 17 Mei dan diikuti 150 peserta. Peserta terdiri dari Dekan Fakultas Dakwah UIN dan IAIN Se-Indonesia, Kejurauan/program studi di STAIN se Indonesia, Dosen Fakultas dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STAID) PTAIS se Kopertais Wilayah IV (Jtim, Mataram,dan Bali), Ormas Islam NU, Lembaga Dakwah Indonesia, Pengasuh Pondok Pesantren di Jatim, Persatuan Imam Tauhid indonesia (PITI), dan yayasan Cheng Ho Surabaya.
Sebelum acara dimulai undangan dihibur oleh paduan suara Cheng Ho yang berdiri pada 6 pebruari 2009. Paduan Suara Cheng Ho berabgotakan 72 orang yang terdiri dari berbagai suku dan ras di Indonesia diantaranya, China, madura, Jawa, dan Menado. Mereka membawakan beberapa lagu sholawat dan terahir menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya.(oby)
Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf mengatakan, untuk berdawah sekarang ini memerlukan inovasi, kerena banyak media yang bisa digunakan untuk berdakwah. Inovasi yang dapat dilakukan di bidang materi, kurikulum, dan cara penyampaian kepada umat sehingga menjadi kesatuan yang bagus.
Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan pada pembuakan Kongres Asosiasi Profesi dakwah Islam Indonesia (APDI) II di Hotel Bisanta Surabaya, Jumat (15/5).
Diharapkan dai dalam menyampaikan dakwahnya tidak kehabisan ide, maka dari itu diperlukan sarana untuk menyampaikan dakwah. Sebagai contohnya kesenian dapat dijadikan paduan dalam menyampaikan dakwahnya. IA juga mengatakan, saat ini Pemprov Jatim menunggu kerjasama dengan APDI untuk mengembangkan dakwah di Jatim.
Dirjen Dinas Bimmas Islam Departeman Agama (Depag) Pusat Prof Dr Nasarudin Ummar Ma mengatakan, peran dunia dakwah sangat penting dalam mengembangkan agama Islam. Untuk mengembangkan dakwah tidak lagi membuat visi local, namun lebih lebih menglobal. Dengan berdakwah diharapkan dapat memperbaiki citra Islam yang yang dirusak beberapa orang contonya Amrozi cs.
Indonesia merupakan satu-satunya negara yang penduduknya paling besar beragama Islam. Saat ini sudah saatnya Indonesia merawat dan mengembangkan Islam karena bangsa Arab sudah melahirkanya. Untuk mengembangkan dakwah Depag mengangkat tenaga dakwah. Sudah 60 ribu lebih tenaga dakwah diangkat baik yang PNS maupun non-PNS.
Sementara ketua kongres APDI II Drs H Sunarto AS MEi mengatakan dakwah menjadi peran penting dalam menentukan nasib dan masa depan bangsa yang berlandaskan nilai-nilai moral agama. Pembangunan bangsa bisa berjalan jika dilandasi nilai-nilai religius yang mengakar di berbagai sector masyarakat.
Kongres APDI ini bertujuan merumuskan program-progarm strategis APDI selama empat tahun ke depan. Program yang akan dirumuskan diantaranya, meningkatkan posisi dan peran fakultas Dakwah sebagai agen pembaharu pembangunan dalam berbagai sektor dengan sepirit moral dan agama. Menyamakan visi dan misi tentang agenda dan program APDI. Memperkuat jaringan secara personal dan kelembagaan diantara Dai, perguruan tinggi, dan institusi terkait. Pergantian pengurus APDI di tingkat nasional.
Kongres APDI ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai 15 mei hingga 17 Mei dan diikuti 150 peserta. Peserta terdiri dari Dekan Fakultas Dakwah UIN dan IAIN Se-Indonesia, Kejurauan/program studi di STAIN se Indonesia, Dosen Fakultas dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STAID) PTAIS se Kopertais Wilayah IV (Jtim, Mataram,dan Bali), Ormas Islam NU, Lembaga Dakwah Indonesia, Pengasuh Pondok Pesantren di Jatim, Persatuan Imam Tauhid indonesia (PITI), dan yayasan Cheng Ho Surabaya.
Sebelum acara dimulai undangan dihibur oleh paduan suara Cheng Ho yang berdiri pada 6 pebruari 2009. Paduan Suara Cheng Ho berabgotakan 72 orang yang terdiri dari berbagai suku dan ras di Indonesia diantaranya, China, madura, Jawa, dan Menado. Mereka membawakan beberapa lagu sholawat dan terahir menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya.(oby)
LULUSAN S2 PROGARAM BEASISWA DEPAG HARUS KEMBALI KE MADRASAH
Lulusan S2 program beasiswa Departemen Agama (Depag) harus kembali mengajar ke Madrasah tempat mengajar sebelumnya. Kasi Kurikulum Madrasah dan Pendidikan dasar Agama (Mapenda) Kanwil Depag Jatim di kantornya, Jumat (15/5) mengatakan,Minimal guru S2 kembali mengajar dua kali lama kuliah ditambah satu tahun mengajar.
“Ini sebagai salah satu persaratan yang harus dilakukan lulusan S2,” katanya. Selama menembuh studi guru dibebes tugaskan selama dua tahun dari tempat mengajar sebelumnya. Di Jatim sendiri 1483 guru madrasah dan pengawas yang mengikuti ujian masuk S2 di IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 13 Mei yang lalu. Ada 1483 guru S2 yang mendaftar mulai 27 April sampai 4 Mei.
Pengumunan hasil tes akan ditampilkan di web Kanwil Depag Jatim dan Surat kabar pada 25 Mei mendatang. Ada 15 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi tempat mahasiswa S2 menempuh Studinya. Di Jawa Timur ada empat perguruan tinggi yang menjadi tempat menuntut ilmu yaitu UIN Malang, IAIN Sunan Ampel, ITS Surabaya dan UN Malang.
Beasiswa diberlakukan untuk guru MTs dan MA dibidang studi, Metematika, Fisiska, Kimaia, Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arap, Sejarah Kebudayaan Islam, Akidah Aklak, Quran Hadis dan Fikih baik giru PNS maupun Non PNS. Sedangkan untuk Pengawas dan pegawai di lingkungan di lingkungan Pendididkan Madrasah di Bidang Mapenda didaerah yang diutamakan untuk program studi, Menejemen Pendidikan, pengembangan kurikulum dan evaluasi pendididkan.
Program studi yang diambil harus sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan di sekolah masing-masing. Terkecuali menejemen pendidikan , pengembangan kurikulum, dan evaluasi pendidikan.
Dengan guru yang bermutu diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di madrasah. Bagi guru yang tidak lulus akan dikenakan biaya untuk mengganti selama mengikuti perkuliahan. Selama malaksanakan tugas studi, mahasiswa S2 mendapatkan biaya pendidikan selama dua tahun dan biaya hidup sehari-hari ditangung Depag.
Sedangkan mahasiswa yang selama dua tahun belum lulus biaya, biaya untuk menyelesaikan program studi ditanggung mahasiswa. “Maka untuk itu kami benar-benar menyaring orang yang berkualitas,” ungkapnya. Sebagai persyaratanya untuk mendaftar yang harus dipenuhi IPK minimal 2,75 dan maksimal 45 tahun untuk guru/pegawai serta 48 tahun untuk pengawas pada saat pendaftaran
Sistim yang digunakan perguruan tinggi yang ada di jatim terbuka, mahasiswa dari luar Jatim bisa menempuh program Magister di Jatim dan sebaliknya. Semua tergantung program S2 yang akan ditempuh. Untuk di Jatim Masing masing Perguruan tinggi memiliki kuota dan program studi sendiri-sendiri. UIN Malang 60 mahasiswa S2 untuk program studi Bahasa Arab 30 mahasiswa untuk program studi Sejarah Kebudayaan Islam.
IAIN Sunan Ampel 60 mahasiswa untuk program fikih dan 30 mahsiswa untuk program Akidah Akhlak. ITS Surabaya untuk 90 mahasiswa untuk program Fisika, Kimia dan matematika masing-maing 30 mahasiswa sedangkan UIN Malang 90 mahasiswa untuk program studi Bahasa Inggris.
Diharapkan guru S2 dapat meningkatkan profesionalisme guru bidang studi dan pengawas madrasah. Meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam. Dapat meningkatkan citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang bermutu.(oby)
“Ini sebagai salah satu persaratan yang harus dilakukan lulusan S2,” katanya. Selama menembuh studi guru dibebes tugaskan selama dua tahun dari tempat mengajar sebelumnya. Di Jatim sendiri 1483 guru madrasah dan pengawas yang mengikuti ujian masuk S2 di IAIN Sunan Ampel Surabaya pada 13 Mei yang lalu. Ada 1483 guru S2 yang mendaftar mulai 27 April sampai 4 Mei.
Pengumunan hasil tes akan ditampilkan di web Kanwil Depag Jatim dan Surat kabar pada 25 Mei mendatang. Ada 15 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi tempat mahasiswa S2 menempuh Studinya. Di Jawa Timur ada empat perguruan tinggi yang menjadi tempat menuntut ilmu yaitu UIN Malang, IAIN Sunan Ampel, ITS Surabaya dan UN Malang.
Beasiswa diberlakukan untuk guru MTs dan MA dibidang studi, Metematika, Fisiska, Kimaia, Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arap, Sejarah Kebudayaan Islam, Akidah Aklak, Quran Hadis dan Fikih baik giru PNS maupun Non PNS. Sedangkan untuk Pengawas dan pegawai di lingkungan di lingkungan Pendididkan Madrasah di Bidang Mapenda didaerah yang diutamakan untuk program studi, Menejemen Pendidikan, pengembangan kurikulum dan evaluasi pendididkan.
Program studi yang diambil harus sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan di sekolah masing-masing. Terkecuali menejemen pendidikan , pengembangan kurikulum, dan evaluasi pendidikan.
Dengan guru yang bermutu diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di madrasah. Bagi guru yang tidak lulus akan dikenakan biaya untuk mengganti selama mengikuti perkuliahan. Selama malaksanakan tugas studi, mahasiswa S2 mendapatkan biaya pendidikan selama dua tahun dan biaya hidup sehari-hari ditangung Depag.
Sedangkan mahasiswa yang selama dua tahun belum lulus biaya, biaya untuk menyelesaikan program studi ditanggung mahasiswa. “Maka untuk itu kami benar-benar menyaring orang yang berkualitas,” ungkapnya. Sebagai persyaratanya untuk mendaftar yang harus dipenuhi IPK minimal 2,75 dan maksimal 45 tahun untuk guru/pegawai serta 48 tahun untuk pengawas pada saat pendaftaran
Sistim yang digunakan perguruan tinggi yang ada di jatim terbuka, mahasiswa dari luar Jatim bisa menempuh program Magister di Jatim dan sebaliknya. Semua tergantung program S2 yang akan ditempuh. Untuk di Jatim Masing masing Perguruan tinggi memiliki kuota dan program studi sendiri-sendiri. UIN Malang 60 mahasiswa S2 untuk program studi Bahasa Arab 30 mahasiswa untuk program studi Sejarah Kebudayaan Islam.
IAIN Sunan Ampel 60 mahasiswa untuk program fikih dan 30 mahsiswa untuk program Akidah Akhlak. ITS Surabaya untuk 90 mahasiswa untuk program Fisika, Kimia dan matematika masing-maing 30 mahasiswa sedangkan UIN Malang 90 mahasiswa untuk program studi Bahasa Inggris.
Diharapkan guru S2 dapat meningkatkan profesionalisme guru bidang studi dan pengawas madrasah. Meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam. Dapat meningkatkan citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang bermutu.(oby)
BPM HARUS MAMPU BERI PELAYANAN CEPAT DAN TRANSPARAN
Badan Penanaman Modal (BPM) harus mampu memberikan pelayanan kepada investor dengan cepat, tepat, dan transparan. Karena dengan meningkatnya investor untuk menanamkan modal di Jatim, akan dapat membuka kesempatan kerja untuk masyarakat.
Demikian pesan dikatakan mantan Kepala BPM Jatim, Ir Djony Irianto MMT saat acara pisah kenal dengan Kepala BPM Jatim, Dr Hari Soegiri MBA di Kantor BPM Jatim, Kamis (14/5).
Menurut Djoni, dengan meningkatnya Penanam Modal Asing (PMA) dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dapat membuka kesempatan kerja untuk masyarakat. Hal itu dapat ercapai jika diberikan pelayanan yang cepat dan tepat serta dapat memberikan regulasi yang pasti untuk investasi.
Instansi sektoral, seperti perpajakan, bea cukai, imigrasi, pertanahan, tenaga kerja asing harus fleksibel untuk memberikan perijinan, maka Jatim akan menjadi alternatif terbaik tujuan investasi.
Selain pelayanan yang cepat dan tepat, BPM harus tetap menjalin komunikasi dengan persatuan pengusaha asing yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Persatuan pengusaha asing yang menjalin komunikasi dengan baik selama ini, seperti Korean Association dan Japan Club.
Menurutnya, infrastuktur di Jatim tidak perlu diragukan lagi. Hanya kendala tol di Porong yang menghambat investasi bagi perusahaan yang ada di Gempol, Malang, dan Pasuruan. Namun demikian, pada 2010 kendala infrastuktur tol Porong ini akan terselesaikan.
Untuk memberikan pelayanan perijinan investasi baik penanaman modal dan perijinan untuk instansi yang lain, ke depan segera dibuat Pelayanan Tepadu Satu Pintu (PTSP). Rencananya, setelah satu tahun pelantikan Gubernur Jatim sudah terealisasi. Diharapkan, sumber daya manusia di BPM ada peningkatan khususnya di bidang komunikasi dengan pengusaha asing.
Kepala BPM Jatim, Dr Hari Soegiri MBA mengatakan, pihaknya menargetkan dapat menawarkan dan menarik inverstor yang sebesar-besarnya ke Jatim baik PMA dan PMDN. BPM dapat memberikan bantuan kepada investor baik PMA dan PMDN. Selain itu, menyiapkan Grand Desain untuk program pelayanan PTSP dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.
Menurutnya, Jatim memiliki potensi yang dapat mendatangkan investor untuk menanamkan modal. Penanaman modal dapat dilakukan dengan waktu yang cepat terutama produk ungulan di Asia Tenggara. BPM akan meningkatkan potensi lokal swasta di Jatim untuk ikut menanamkan modal di Jatim.
Selain itu, ia juga akan terus menjalin komunikasi dengan persatuan pengusaha asing. Tidak hanya menjalin komunikasi, tapi juga akan membentuk komunitas yang terdiri dari pemerintah daerah, pemerintah kabupaten/kota, dan persatuan pengusaha asing yang ada di Jatim. (oby)
Demikian pesan dikatakan mantan Kepala BPM Jatim, Ir Djony Irianto MMT saat acara pisah kenal dengan Kepala BPM Jatim, Dr Hari Soegiri MBA di Kantor BPM Jatim, Kamis (14/5).
Menurut Djoni, dengan meningkatnya Penanam Modal Asing (PMA) dan Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN) dapat membuka kesempatan kerja untuk masyarakat. Hal itu dapat ercapai jika diberikan pelayanan yang cepat dan tepat serta dapat memberikan regulasi yang pasti untuk investasi.
Instansi sektoral, seperti perpajakan, bea cukai, imigrasi, pertanahan, tenaga kerja asing harus fleksibel untuk memberikan perijinan, maka Jatim akan menjadi alternatif terbaik tujuan investasi.
Selain pelayanan yang cepat dan tepat, BPM harus tetap menjalin komunikasi dengan persatuan pengusaha asing yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Persatuan pengusaha asing yang menjalin komunikasi dengan baik selama ini, seperti Korean Association dan Japan Club.
Menurutnya, infrastuktur di Jatim tidak perlu diragukan lagi. Hanya kendala tol di Porong yang menghambat investasi bagi perusahaan yang ada di Gempol, Malang, dan Pasuruan. Namun demikian, pada 2010 kendala infrastuktur tol Porong ini akan terselesaikan.
Untuk memberikan pelayanan perijinan investasi baik penanaman modal dan perijinan untuk instansi yang lain, ke depan segera dibuat Pelayanan Tepadu Satu Pintu (PTSP). Rencananya, setelah satu tahun pelantikan Gubernur Jatim sudah terealisasi. Diharapkan, sumber daya manusia di BPM ada peningkatan khususnya di bidang komunikasi dengan pengusaha asing.
Kepala BPM Jatim, Dr Hari Soegiri MBA mengatakan, pihaknya menargetkan dapat menawarkan dan menarik inverstor yang sebesar-besarnya ke Jatim baik PMA dan PMDN. BPM dapat memberikan bantuan kepada investor baik PMA dan PMDN. Selain itu, menyiapkan Grand Desain untuk program pelayanan PTSP dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.
Menurutnya, Jatim memiliki potensi yang dapat mendatangkan investor untuk menanamkan modal. Penanaman modal dapat dilakukan dengan waktu yang cepat terutama produk ungulan di Asia Tenggara. BPM akan meningkatkan potensi lokal swasta di Jatim untuk ikut menanamkan modal di Jatim.
Selain itu, ia juga akan terus menjalin komunikasi dengan persatuan pengusaha asing. Tidak hanya menjalin komunikasi, tapi juga akan membentuk komunitas yang terdiri dari pemerintah daerah, pemerintah kabupaten/kota, dan persatuan pengusaha asing yang ada di Jatim. (oby)
Langganan:
Postingan (Atom)